Pelatihan Barista di Malang Diserbu Anak Muda, Langsung Dapat Modal Alat Kopi Lengkap
65 anak muda di Kota Malang mengikuti pelatihan barista yang digelar Disnaker-PMPTSP Kota Malang bekerja sama dengan BPLP
Penulis: Purwanto | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 65 anak muda di Kota Malang mengikuti pelatihan barista gratis yang digelar Disnaker bersama BPLP Brawijaya.
- Peserta mendapatkan materi lengkap mulai dari dasar kopi, espresso, latte art hingga manajemen usaha kopi.
- Setelah pelatihan, peserta memperoleh modal awal berupa peralatan barista lengkap.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Purwanto
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - 65 anak muda di Kota Malang mengikuti pelatihan barista yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang bekerja sama dengan Balai Pusat Latihan Perhotelan (BPLP) Brawijaya Malang.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Palace, Kota Malang, Selasa (5/5/2026), ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta, mulai lulusan SMK hingga sarjana yang ingin berkarier di industri food and beverage.
Program ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga dukungan alat kerja nyata.
Manajer pengembangan dan pelatihan BPLP Brawijaya Malang, Munirul Ikhwan menjelaskan bahwa kurikulum yang diberikan sangat komprehensif.
Peserta diajarkan materi dasar mulai dari pengenalan kopi hingga teknik profesional.
"Hari ini komplit, Mas. Kita mulai dari basic dasar, mengenal apa itu kopi, lalu basic espresso, hingga penggunaan susu (milk) dan pembuatan latte art," ujar Munirul kepada TribunJatim.com.
Baca juga: Barista dari Surabaya Raih Juara 1 dalam Kompetisi Kopi Nasional MILKLAB 2025
Tak hanya itu, peserta juga diajarkan cara mengkreasikan berbagai varian minuman dengan tambahan sirup dan rasa lainnya agar siap bersaing di pasar industri kopi yang dinamis.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah pemberian modal awal bagi para peserta.
Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta tidak pulang dengan tangan kosong.
Mereka dibekali seperangkat alat barista untuk menunjang karier atau usaha mandiri mereka.
"Jadi tidak hanya materi mereka juga dapat modal awal seperti alat penggiling (Grinder), teko kopi (Kettle), timbangan digital (Scale), biji kopi dan apron barista eksklusif," urai Munirul.
Baca juga: Cerita Adelia, Teman Tuli yang Jago Menari hingga Jadi Barista di Kopi Tutur Rasa Midtown Surabaya
"Yang paling penting, mereka dapat modal awal berupa alat-alat lengkap," tambahnya.
Untuk gelombang pertama ini, sebanyak 65 peserta terpilih dari berbagai wilayah di Kota Malang telah memulai pelatihan.
| Parkir Liar di Jalur Sepeda Malang Bakal Didenda Rp500 Ribu, Dishub: Punya SIM Harus Tahu Aturan |
|
|---|
| Wali Kota Malang Minta Wisuda Digelar Secara Sederhana: Tak Boleh Ada Pungutan Biaya di Sekolah |
|
|---|
| Cara Pemkot Malang Atasi Kemacetan hingga Atur Rute Angkot, Bakal Siapkan Perda Lalu Lintas |
|
|---|
| Museum Musik Indonesia di Malang, Jejak Sejarah Nusantara dari Garasi Kecil hingga Koleksi Dunia |
|
|---|
| Dewan Soroti Aduan Pungli Sekolah Negeri di Kota Malang, Mulai dari LKS hingga Wisuda di Hotel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Peserta-saat-mengikuti-pelatihan-barista-yang-digelar-Disnaker-PMPTSP-Kota-Malang.jpg)