Pasangan Pengantin di Desa Kemiren Banyuwangi Diantar Barong

Pasangan suami-istri akan diantar oleh rombongan barong, sekitar satu kilometer, menuju tempat resepsi pernikahan yang biasanya di rumah pengantin.

Penulis: Haorrahman | Editor: Adi Sasono
TribunJatim.com/Haorrahman
Barong sedang mengantar pasangan pengantin di Desa Kemiren Banyuwangi, Sabtu (18/3/2017). Kemiren merupakan desa adat Suku Osing yang masih kuat mempertahankan tradisi. 

Mahkota yang berbentuk kubah masjid, bermakna untuk selalu ingat pada Tuhan.

Keling berbentuk garuda yang menghadap ke belakang, punya maksud selalu mengingat keturunan, jangan sampai mereka kelaparan.

Sedangkan sungut di atas mata, harus siap menghadapi siapapun yang datang padamu. Jangan cemberut, harus selalu ramah.

Tidak hanya itu, Sucipto mengatakan, setiap warna hingga desain kelengkapan barong memiliki makna filosofis.

Seperti warna merah, putih, hijau, kuning dan hitam pada barong. Merah artinya berani.

Putih mengendalikan hawa nafsu agar bersih hatinya. Hijau menggambarkan petani yang mayoritas menjadi pekerjaan di Desa kemiren.

“Kuning, bila setelah menikah jangan selingkuh. Sedangkan hitam menggambarkan kelanggengan keluarga. Dan banyak filosofi lainnya dari barong," kata Ketua Sanggar Barong Sapu Jagat tersebut.

Sucipto mengatakan, arak-arakan ini selain merupakan doa untuk pengantin, juga memberikan hiburan pada masyarakat Kemiren.

”Selain itu agar masyarakat terutama anak-anak Kemiren, tahu akan tradisi dan budaya desanya. Ini agar mereka juga ikut melestarikannya kelak,” kata Sucipto.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved