Mabes TNI Pilih Gelar Latihan Siaga Bencana di Tempat Rawan ini

Latihan digelar bersama BPBD, PMI, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dan para relawan lainnya.

Penulis: David Yohanes | Editor: Mujib Anwar
SURYA/DAVID YOHANES
Bupati Malang, Rendra Kresna dan Danrem 083 Baladhika Jaya, Kolonel ARM Budi Eko Mulyono di lokasi latihan siaga bencana, Desa Talok, Kecamatan Turen, Kamis (6/4/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Mabes TNI memilih Kabupaten Malang sebagai lokasi latihan siaga bencana.

Latihan ini digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PMI, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dan para relawan.

Komandan Korem (Danrem) 083 Baladhika Jaya, Kolonel ARM Budi Eko Mulyono mengatakan, Kabupaten Malang mempunyai potensi berbagai bencana. Seperti gunung api di sisi timur, utara dan barat. Sementara di bagian selatan ada pantai dengan potensi tsunami.

“Di selatan ada pertemuan dua lempeng bumi, yaitu Indo-Australia dan Eurasia. Dia lempeng ini berpotensi menimbulkan bencana geologi,” terangnya, Kamis (6/4/2017) saat pembukaan pelatihan di Stadion Kahuripan, Desa Talok, Kecamatan Turen.

Bupati Malang, Rendra Kresna mengucapkan terima kasih, karena wilayahnya dipilih oleh TNI. Apalagi kegiatan ini berskala nasional. Pemilihan Kabupaten sebagai lokasi latihan siaga bencana juga dianggap sangat tepat.

“Kita punya semua potensi ancaman bencana. Mulai dari yang berbasis gunung, laut, tanah gerak sampai angin,” ucap Rendra.

Sambung Rendra, latihan ini juga berdampak positif terhadap semua unsur penanggulangan bencana di Kabupaten Malang.

Sebab dalam pelatihan ini, banyak hal yang bisa dipelajari. Termasuk alat-alat yang belum dipunyai Kabupaten Malang.

“Yang terpenting, saat bencana terjadi semua sudah tahu apa yang harus dilakukan. Bagaimana masyarakat menyelamatkan diri, unsur-unsur lain bergerak sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tutur Rendra.

Terkait alokasi dana penanganan bencana, Pemkab Malang sudah mengalokasikan Rp 5,7 miliar untuk BPBD. Jumlah ini meningkat Rp 700 juta dibanding tahun 2016. Sedangkan dana tidak terduga dianggarkan Rp 5 miliar.

Namun menurut Rendra, di saat bencana semua anggaran bisa diproyeksikan untuk penanggulangan. Rendra pun memuji, semua desa yang ada di Kabupaten Malang sudah menjadi desa siaga bencana.

“Namun yang lebih penting, selalu terjalin koordinasi berbagai unsur untuk mengantisipasi bencana di Kabupaten Malang. Mulai dari TNI, BPBD dan unsur-unsur yang lain,” tandas Rendra.

Latihan ini diikuti oleh 550 personil TNI dan 1000 orang dari BPBD, PMI dan relawan. pelatihan akan berlangsung dua hari, Kamis (6/4/2017) dan Jumat (7/4/2017). (Surya/David Yohanes)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved