Universitas Negeri Malang Bongkar Dugaan Joki UTBK, Terindikasi Pakai Identitas Palsu

Kasus penggunaan joki saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 diduga telah terjadi di Universitas Negeri Malang (UM)

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
Tribun Jatim Network/Rifki Edgar
Kepala Subdirektorat Seleksi Direktorat Pendidikan UM, Dr Rizky Firmansyah bersama Direktur Pendidikan UM, Prof Evi Elinayah saat diwawancarai Surya secara ekslusif terkait dugaan penggunaan joki saat pelaksanaan UTBK di UM pada Rabu (22/4/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Universitas Negeri Malang (UM) mengungkap dugaan kasus joki UTBK 2026 pada hari pertama pelaksanaan.
  • Modus yang digunakan berupa pemalsuan identitas, termasuk KTP dan ijazah untuk lolos verifikasi.
  • Kasus baru diketahui setelah ujian selesai, sehingga terduga pelaku tidak langsung tertangkap.
  • UM mendorong penggunaan teknologi seperti Artificial Intelligence untuk memperkuat sistem deteksi kecurangan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus joki saat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 diduga telah terjadi di Universitas Negeri Malang (UM) pada hari pertama pelaksanaan, Selasa (21/4/2026).

Kasus ini mencuat, setelah Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 atau panitia pusat mengungkap berbagai modus kecurangan, dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di sejumlah pusat ujian.

Salah satunya ialah praktik joki UTBK dengan cara pemalsuan identitas.

Pihak UM pun membenarkan, bahwa telah terjadi pemalsuan identitas oleh peserta yang diduga menggunakan joki UTBK.

Kasus tersebut baru diketahui setelah pelaksanaan tes UTBK berlangsung dari informasi yang telah disampaikan oleh panitia pusat.

Alhasil panitia lokal di UM tidak dapat langsung menangkap terduga pelaku, karena proses UTBK sudah selesai dilaksanakan.

"Kami tahunya memang agak terlambat, ketika yang bersangkutan sudah tidak ada di tempat. Dari situ, kami lakukan pencocokan data peserta dengan dokumen yang ada," kata Direktur Pendidikan UM, Prof Evi Elinayah saat diwawancarai Surya secara ekslusif pada Rabu (22/4/2026).

Proses penelusuran dilakukan secara berlapis. 

Selain mencocokkan foto pada kartu peserta dan identitas resmi, tim juga memanfaatkan jejak digital, termasuk media sosial dan dokumentasi dari sekolah asal peserta.

Baca juga: Joki UTBK di Unesa Ketahuan Curang, Modus Semakin Canggih dan Terorganisir

"Sekarang ini kan banyak data terbuka. Dari media sosial, video kegiatan sekolah seperti MPLS atau wisuda, itu membantu kami memastikan identitas asli peserta. Dari situ investigasi mulai mengerucut pada satu nama," jelasnya.

Meski demikian, pihak UM belum membuka identitas terduga pelaku lantaran proses investigasi masih berlangsung dan melibatkan berbagai pihak.

Dari hasil pendalaman sementara, modus yang digunakan diduga berupa pemalsuan identitas, mulai dari kartu tanda penduduk (KTP) hingga dokumen kelulusan seperti ijazah. 

Dokumen tersebut digunakan untuk mencocokkan data saat verifikasi sebelum peserta memasuki ruang ujian.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved