Bencana Kekeringan Ancam Pesisir Pantai Malang Selatan, ini Titik Sebarannya

Dengan tingginya potensi bencana kekeringan, pemetaan akan dilakukan serius dampaknya.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim/Didik Mashudi
Tim SAR masih melakukan pencarian korban tewas bencana tanah longsor di Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (12/4/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai memetakan daerah bencana kekeringan.

Hal itu dilakukan sebagai upaya meminimalisir dampak dari bencana kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Iriantoro mengatakan, ada beberapa titik rawan terjadinya bencana kekeringan di Malang Selatan, terutama di kawasan pesisir pantai.

Ini dikarenakan daerah pantai selatan Kabupaten Malang merupakan pegunungan Kendeng yang tipikalnya daerah kapur.

"Untuk itulah, peta rawan daerah kering kebanyakan ada di wilayah pesisir pantai Malang Selatan," kata Irianto, Senin (22/5/2017).

Baca: Kiai Sepuh NU Turun Gunung di Pilgub Jatim, Kirim Surat Khusus ke PKB, Poin Kelima Jadi Kunci

Dijelaskan Irianto, sejumlah daerah yang masuk dalam peta rawan kekeringan wilayah Malang Selatan yakni di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Gedangan, Kecamatan Pagak, Kecamatan Bantur, Kecamatan Kalipare, dan Kecamatan Donomulyo.

Untuk daerah Malang utara yakni sebagian Kecamatan Singosari dan Lawang. Dimana untuk wilayah Malang Utara tersebut peta rawan kekeringan tidak menyeluruh menimpa satu wilayah. Namun ada titik-titik tertentu yang memang dilihat daerah konturnya sebagai daerah sulit air.

"Dan ada satu wilayah yang masuk daerah bawah yakni Sumberpucung, yang kondisinya masuk rawan kekeringan, itu dirasa aneh tapi kenyataanya seperti itu," tandas Irianto.

Untuk daerah yang berpotensi terdampak bencana kekeringan cukup tinggi, tambah Irianto, BPBD masih akan melakukan pemetaan lebih mendalam dan detail lagi sambil berjalan.

Memang, diakui Irianto, ada beberapa daerah baru yang tahun-tahun sebelumnya mengalami kekurangan air, kini sudah banyak air.

Hal itu setelah di daerah tersebut telah dilakukan beberapa pengeboran tanah untuk mendapatkan air.

Pengeboran itu sendiri dilakukan oleh BPBD maupun dari pihak lain bekerjasama dengan semua lini untuk mengurangi kekeringan di Kabupaten Malang.

"Upaya penanggulangan daerah kekurangan air dirasa bisa menurunkan daerah rawan bencana kekeringan di musim kemarau," ujar Irianto.

Disamping itu, mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan akan berdampak pada bencana kekeringan di beberapa wilayah, BPBD juga menyiapkan armada truk tangki air berkapasitas 5.000 liter hingga 8.000 liter air.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved