Semarak Ramadan
Orang Yahudi Ternyata Punya Andil dalam Sejarah Jadwal Imsakiyah Ramadan Lho, Begini Mulanya
Tahukah kamu bagaimana sejarahnya jadwal Imsakiyah ini dibuat? Dari mana kira-kira tradisi ini? Begini sejarahnya...
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Alga W
TRIBUNJATIM.COM - Setiap Ramadan, rasanya ada yang kurang kalau belum punya jadwal Imsakiyah.
Menempel jadwal Imsakiyah, seakan sudah jadi tradisi wajib buat orang Indonesia.
Jadwal ini berisi panduan waktu masuk imsak, berbuka, dan menjalankan salat wajib.
Di koran atau majalah, jadwal Imsakiyah sering dicetak besar-besar.
Terkadang ditempeli iklan yang menjadi sponsornya.
Baca: Jangan Banyak Makan dengan Alasan Agar Puasanya Kuat, karena Alasan Itu Salah
Tapi, tahukah kamu bagaimana sejarahnya jadwal Imsakiyah ini dibuat?
Dari mana kira-kira tradisi ini?
Dilansir dari media Al Arabiya, ternyata jadwal Imsakiyah ini bukan berasal dari Arab Saudi.
Ahli sejarah dan budaya Timur Tengah, Wassim Afifi mengatakan, tradisi ini bermula dari negara Mesir.
Baca: Geram Gara-gara Hal Ini, Siswi Difabel Potong Kemaluan Guru Agamanya Sampai 90 Persen
Jadwal Imsakiyah ternyata sudah dicetak sejak tahun 1846.
Jadwal Imsakiyah dicetak di sebuah percetakan, dan ketika itu namanya adalah 'Imsakiah Wali al-Nuam'.
Pada awalnya, jadwal ini dicetak di kertas kuning berukuran 27 x 17 cm.
Baca: Kisah Tiga Pemuda Bela Wanita yang Kena Pelecehan Rasis Ini Bikin Haru, Akhirnya Sungguh Tragis
Di atas jadwal, ditulis hari pertama Ramadan, ketika itu adalah hari Senin.
Selain itu juga ada keterangan bahwa hilal terlihat selama 35 menit.
Ada juga gambar Muhammad Ali Pasha dalam cetakan tersebut.
Muhammad Ali Pasha atau Mehmet Ali Pasa dalam Bahasa Turki adalah pemimpin besar Mesir dan Sudan.
Dia dianggap sebagai Bapak Pendiri Mesir Modern.
Baca: Penampilan Sederhana Kahiyang Ayu Saat Nongkrong Ini Tuai Pujian Netter: Cantiknya dari Hati
Wassim menambahkan, di dalam jadwal Imsakiyah ada tabel besar yang menampilkan waktu salat, sahur, dan berbuka untuk setiap hari Ramadan.
Jadwal ini kemudian dibagikan ke setiap kantor Pemerintahan.
Untuk itulah, dalam tiap lembarnya, ada peringatan agar tiap pegawai tidak melalaikan kerja meski sedang berpuasa.
Setiap pegawai Pemerintah diwajibkan untuk membagikannya pula.
Baca: Atalarik Syah Tampil Begini Saat Reuni Bareng Teman SMA, Netizen Sampai Terpesona: Subhanallah
Nah, baru antara tahun 1920 dan 1940, jadwal ini digunakan tidak hanya untuk kantor Pemerintahan.
Jadwal Imsakiyah akhirnya digunakan untuk kepentingan iklan.
Yang pertama melakukannya, adalah percetakan Egyptian Renaissance Statue, pada 1929.
Mereka membagikan jadwal ini gratis, tapi di dalam lembar, mereka mempromosikan bahwa mereka menerima jasa percetakan untuk segala jenis buku.
Baca: Video Resepsi Pasangan Pria Ini Viral, Netizen Pun Mendoakan Agar Cepat Dapat Momongan
Lalu, pengusaha Yahudi, yakni Daoud Adas, juga memanfaatkan lembar ini.
Dia membagikan jadwal Imsakiyah untuk mempromosikan tokonya.
Bahkan Daoud Adas membuatnya lebih kreatif.
Dia juga memberi pesan soal kebaikan dan manfaat berpuasa.
Ditambah lagi soal doa-doa yang disarankan ketika menjalani puasa.
Baca: Menu Sahur Keluarga Agus Yudhoyono Ini Dibilang Netizen Sederhana: Kirain Ada Beda-bedanya Gitu
Lewat jadwal ini, Daoud Adas kemudian berpromosi, bahwa segala kebutuhan makanan untuk bulan puasa, ada di tokonya.
Ketika itu, jadwal Imsakiyah milik Daoud Adas dapat dengan mudah ditemui di manapun.
Rahasianya, dia tidak hanya membagikannya secara gratis ke para pelanggan tokonya.
Tapi, ia juga membagikannya ke jamaah masjid, juga orang-orang di jalan.
Menurut Wassim, jadwal Imsakiyah yang dibagikan oleh Daoud Adas inilah, yang pada akhirnya menjadi inspirasi dicetaknya jadwal Imsakiyah yang kita temui sampai saat ini.
Baca: Hati-hati Beli Kurma, Saat Dibelah, Isi Kurma Pria Ini Bikin Netizen Kasih Tips Beli yang Aman
Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Grid.ID dengan judul Mengejutkan, Ternyata Begini Sejarah Pembagian Jadwal Imsakiyah, Orang Yahudi Ikut Andil.