Pesawat Cessna Disumbangkan ke Museum Mandala Yogya
Pesawat Cessna A-4014 merupakan kekuatan Skadron udara 4 bersama pesawat ringan Auster, Piper Cup, Cessna-180 dan AT-6G Harvard.
Penulis: Benni Indo | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Lanud Abdulrachman Saleh menyumbangkan pesawat Cessna dengan nomor A-4014 ke Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta.
Pesawat yang akan disumbangkan tersebut saat ini berada di Museum Sulaksono Malang. Cessna ini merupakan pesawat ini mempunyai nilai sejarah dan perlunya perawatan yang lebih intensif.
Kepala Penerangan Mayor Hamdi Londong Allo mengatakan, pesawat Cessna berangkat ke Yogyakarta, Rabu (26/7/2017) dengan diangkut mengunakan pesawat Hercules dari Lanud Abdulrachman Saleh.
(Mobil Dokter Tabrak Candi Peninggalan Kerajaan Singasari, Kerugian Tembus Rp 50 Juta, Ini Belum)
Pembongkaran dan perakitan pesawat Cessna dilaksanakan oleh teknisi dari Skatek 022 lanud Abdulrachman Saleh
"Sesuai perintah Kasau, Lanud Abd Saleh akan menyumbangkan 3 pesawat yaitu Pesawat Cessna ini, pesawat Avia dan pesawat Mig 18," ujar Komandan Skatek 022 Letkol Tek Sidik Dhani, Rabu (26/7/2017).
Pesawat Cessna A-4014 merupakan kekuatan Skadron udara 4 bersama pesawat ringan Auster, Piper Cup, Cessna-180 dan AT-6G Harvard. Pada awal 1960-an, Skadron 4 di non aktifkan namun secara resmi belum dibubarkan.
(Perjuangan Petugas Kebersihan Masjid Berangkat Haji, Modal Bismillah Hingga Rela Jalan 6 Kilometer)
Berdasarkan Keputusan Kasau Nomor Kep/02/I/1985 tanggal 17 Januari 1985, Skadron Udara 4 Pengintai Darat diaktifkan kembali dengan nama Skadron Udara 4 Angkut Ringan.
Markasnya di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang dengan kekuatan Cassna 212 seri 100 dan 200, Cessna 401/402, SC-7 Skyvan, dan C-47 Dakota serta pesawat terbang lain yang digolongkan sebagai pesawat angkut ringan, termasuk yang berstatus titipan dari departemen diluar TNI AU.
(Mesum Siang Hari di Toilet Stadion Magetan, Muda-mudi ini Jadi Artis Porno Dadakan)
Pesawat Cessna 401 dan 402 merupakan pesawat mesin piston ringan sayap rendah (low wing) yang dikeluarkan oleh Cessna dimulai pada tahun 1966 hingga 1985 di bawah nama Utiliner and Businessliner.
Semua tempat duduknya dilepas untuk memudahkan pesawat ini digunakan dalam konfigurasi kargo.
Pesawat ini juga pernah di gunakan Kasau Marsma TNI Hadi Tjahjanto saat masih berada di Skadron 4 Lanud Abd Saleh. Pesawat ini digunakan flying classroom dalam mendidik siswa navigator dan siswa instruktur navigator pada masa pendidikan di Skadron Udara 4. (Surya/Benni Indo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pesawat-cessna-disumbangkan-ke-museum-dirgantara-mandala-di-yogyakarta_20170726_113134.jpg)