HMI: Tak Perlu Jadi Muslim untuk Menyadari Perbuatan di Rohingya Sangatlah Kejam
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar aksi solidaritas untuk warga muslim Rohingya di depan Balaikota Malang pada Senin (4/9/2017).
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar aksi solidaritas untuk warga muslim Rohingya di depan Balaikota Malang pada Senin (4/9/2017).
Mereka mengecam keras adanya pembantaian warga muslim Rohingya yang terjadi di provinsi Rakhine, Myanmar tersebut.
Satu persatu mahasiswa wakil dari masing-masing universitas seperti Universitas Brawijaya, Universitas Malang, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim maju untuk memberikan suaranya.
"Tidak perlu menjadi seorang muslim untuk menyadari bahwa perbuatan di Rohingya sangatlah kejam," ujar seorang orator.
(Waduh, Anggota Polri di Daerah Rawan Konflik Kena Virus Baby Shark! Aksinya Dijamin Bikin Ngakak)
Mereka membuat teatrikal Muslim Rohingya yang ditindas oleh Militer Myanmar.
Tulisan-tulisan besar seperti 'Stop Killing Rohingya' , 'Stop Genosida Muslim Rohingya' dibawa sebagai ungkapan aspirasi mereka.
Bahkan tulisan menyindir Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi juga tidak ketinggalan dibawa oleh para mahasiswa.
Mereka melihat, sungguh ironi krisis kemanusiaan ini bisa terjadi di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi yang merupakan penerima nobel perdamaian pada tahun 1991.
Para mahasiswa pun menulis berbgaia pesan orasi seperti, 'Suu Kyi The Real Terorist', 'Suu Kyi Teroris yang nyata'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-demo-hmi-rohingya_20170904_153707.jpg)