Halimah Yacob Terpilih Jadi Presiden Singapura Tanpa Ada Pemilu?
Singapura akan mendapatkan presiden baru pada hari Rabu (13/9/2017). Presiden terpilih itu ialah Halimah Yacob, (63) mantan pembicara DPR...
TRIBUNJATIM.COM, BANGKOK - Singapura akan mendapatkan presiden baru pada hari Rabu (13/9/2017).
Presiden terpilih itu ialah Halimah Yacob, (63) mantan pembicara DPR ditetapkan sebagai presiden terpilih pada senin (11/9/2017).
Dirinya akan menjadi presiden wanita pertama di negara itu dan yang pertama beretnis Melayu dalam lima dekade.
Yang menarik, Halimah terpilih tanpa adanya proses Pemungutan suara warga Singapura, alias Pemilu.
(Hadapi Laga Sisa Liga 1 Bersama Persela Lamongan, Aji Santoso Akui Perlu Benahi Berbagai Sektor)
Hal ini menjadi tanda tanya besar bagi sebagian warga Singapura.
Padahal, Konstitusi Singapura sudah dalam tahap memperbolehkan warganya untuk memilih pemimpin.
Dilansir dari The New York Times, Penyelenggara pemerintahan disebut menerapkan kriteria capres yang sangat sempit, sehingga hanya Halimah yang sesuai dengan kriteria itu.
Karena tak ada lagi lawan yang bisa diusung, akibatnya proses pemilu pun tidak diadakan.
Penyelenggara Pemerintahan Singapura disebut mengizinkan hanya seorang Melayu yang menjabat sebagai presiden berikutnya, dengan alasan 'tidak ada orang Melayu yang memegang jabatan tersebut dalam lima persyaratan sebelumnya'.
Orang-orang Melayu menghasilkan sekitar 13 persen dari populasi, dan pemerintah didominasi oleh etnis Tionghoa, yang merupakan sekitar tiga perempat.
Komite Pemilu Presiden kemudian memperketat kriteria, termasuk persyaratan setiap calon dari sektor swasta harus menjadi eksekutif senior sebuah perusahaan dengan memiliki setidaknya 500 juta dolar Singapura di ekuitas.
Dengan kriteria ini, sebenarnya ada dua orang Melayu yang bisa dipertimbangkan.
Namun kedua kandidat potensial tadi akhirnya ditolak dengan alasan perusahaan tempat mereka bekerja tidak cukup besar.
Halimah adalah anggota Parlemen dan pemimpin Partai Aksi Rakyat sebelum menyerahkan jabatannya bulan lalu untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
"saya hanya bisa bilang, saya berjanji melakukan yang terbaik untukmelayani warga Singapura. Hal itu tak akan berubah ada maupun tanpa ada pemilu," ungkapnya pada awak media pada hari senin ketika dirinya menjadi presiden terpilih.
Dia pun menggunakan Slogan kampanyenya - "Do Good, Do Together" -.
(Chelsea Pesta 6 Gol ke Gawang Qarabag yang Baru Pertama Cicipi Fase Grup Liga Champions)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/halimah-yacob-presiden-singapura_20170913_085953.jpg)