Pecinta Anjing Belum Yakin Tewasnya Puluhan Domba di Malang Penyebabnya Anjing
Salah seorang anggota Independent Dog Lover, Siska (33) mengatakan harus ada bukti ilmiah dan data-data pendukung kalau matinya sejumlah domba dikaren
Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Salah seorang anggota Independent Dog Lover, Siska (33) mengatakan harus ada bukti ilmiah dan data-data pendukung kalau matinya sejumlah domba dikarenakan serangan anjing. Pasalnya, melihat kondisi domba-domba mati yang ditinggalkan utuh, ia menilai kalau hal itu bukan ulah anjing.
“Kalau anjing pasti ada luka tercabik dan mangsa tidak ditinggalkan dalam kondisi utuh. Jika tidak bisa dijelaskan secara data ya menjurusnya antara klenik,” katanya, Selasa (19/9/2017).
Siska juga menyerukan agar warga tidak terburu menuduh kalau aktor di balik matinya sejumlah domba adalah anjing. Menurutnya perlu ada edukasi kepada warga agar kejadian yang saat ini tengah meresahkan warga memiliki sumber informasi yang akurat.
“Ini bukan tentang masalah terima atau tidak.Tapi pecinta hewan juga akan sensitif. Belum bisa dinyatakan kalau itu anjing. Saya belum yakin,” ungkapnya.
Terkait jenis anjing mix rott yang diduga sebagai pelaku utama karena tertangkap kamera CCTV warga, Siska mengatakan kalau anjing itu adalah jenis anjing yang setia kepada tuannya.
Ia menjelaskan kata mix berarti campuran, sedangkan rott adalah kepanjangan dari rottweiler, yaitu janis anjing asal Jerman. Mix rott berarti anjing yang rasnya sudah campuran dan kerap disebut anjing jalanan.
“Ia adalah anjing penjaga yang loyal ke tuannya,” lanjutnya.
Ia juga menjelaskan kalau sifat dasarnya seeokor binatang tergantung bagaimana seseorang membesarkan mereka. Sedangkan anjing jenis mix rott mudah untuk dilatih.
“Itu bukan teaching, tapi conditioning. Jadi dikondisikan,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya,Kepala Unit K-9 Polres Malang Kota Aiptu Imam Muhson Ridho bersama tiga petugas lainnya dan sejumlah warga melakukan patroli di kawasan Perum Puri Dewata, Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Patroli itu dilakukan hingga subuh, Selasa 919/9/2017).
"Patroli untuk analisa tentang gangguan anjing liar yang memangsa ternak warga," paparnya.
Dalam patroli itu, Imam mendapati dua ekor anjing jenis mix rott dari pantauan CCTV. Anjing itu setinggi sekitar 40 cm. Kedua anjing melintas di depan rumah warga pada tengah malam.
"Video itu terekam pada Jumat lalu ketika ada peristiwa pembunuhan sejumlah domba," katanya.
Baca: 17 Ekor Domba Mati Mendadak di Malang, Ini Kemungkinan Penyebabnya Versi Ahli Satwa Karnivor Jawa
Imam mengatakan kalau anjing itu bergerak taktis. Diduga anjing itu sudah dilatih oleh tuannya. Imam juga mengatakan kalau jenis anjing mix rott memang anjing yang rawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/domba-domba-yang-mati-secara-misterius-di-karangploso-malang_20170913_173432.jpg)