Banjir Landa Desa Sitiarjo Malang Selatan, 100 Rumah Warga Tergenang Banjir

Pihaknya, dikatakan Bambang, sudah turun ke Desa Sitiarjo untuk melakukan tindakan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Achmad amru muiz)
jalanan desa Sitiarjo yang tergenang air banjir akibat turunya hujan lebat di awal musim penghujan, Rabu (18/10/2017). 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Hujan deras yang melanda wilayah Malang Selatan sejak semalam hingga pagi hari menyebabkan Sungai Penguluran meluap, Rabu (18/10/2017) pagi.

Hal itu menyebabkan sebagian wilayah Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang di lewati sungai Penguluran tergenang air banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, genangan air banjir sempat masuk ke rumah warga yang berada Dusun Krajan Kulon Desa Sitiarjo kecamatan Sumbermanjing Wetan.

"Air juga meluap ke jalan di selatan jembatan Sitiarjo dan jalan di dusun palung," kata Bambang Istiawan, Rabu (18/10/2017).

Pihaknya, dikatakan Bambang, sudah turun ke Desa Sitiarjo untuk melakukan tindakan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.

"Kami sudah berikan bantuan kepada warga berupa family kit, obat dan makanan," ungkap Bambang Istiawan.

Menurut Bambang, air banjir yang melanda sebagian desa Sitiarjo mencapai ketinggian antara 40 centimeter hingga 1 meter. Hal itu menyebabkan sejumlah rumah penduduk di dusun Krajan Kulon dan dusun Palung desa Sitiarjo terendam air banjir.

Sedangkan Camat Sumbermanjing Wetan, Agus Harianto menjelaskan, air banjir mulai menggenang wilayah pemukiman warga sejak pagi hari. Air banjir tersebut terjadi diperkirakan karena turunnya hujan lebat di desa Tegalrejo dan Kedung Banteng kecamatan Sumbermanjing Wetan sejak semalam.

Hujan lebat itupun kembali terjadi pagi hari terutama di desa Sitiarjo sendiri. Akibatnya sungai Penguluran tidak mampu menampung air hujan hingga meluap.

Meluapnya air sungai itu juga disebabkan adanya air pasang laut Selatan. Hal itu menyebabkan air sungai terhambat masuk ke laut.

"Dampaknya ya luapan air sungai merendam jalan dan pemukiman warga. Mungkin kalau laut tidak pasang maka banjir tidak akan terjadi seperti sekarang ini," kata Agus Harianto.

Memang, diakui Agus, terjadinya genangan air banjir di desa Sitiarjo seringkali terjadi setiap musim penghujan. Ini dikarenakan wilayah desa Sitiarjo ada di dataran rendah tepi laut Selatan yang dikelilingi wilayah perbukitan. Dan kondisi banjir seperti sekarang dirasa biasa oleh warga yang bermukim di desa Sitiarjo. Merekapun sudah memiliki prosedur dibantu relatan PMI dan BPBD serta Tagana untuk meninggalkan rumah dan berkumpul di tempat aman menunggu genangan air banjir surut.

"Untuk kondisi banjir kali ini kami perkirakan ada 100 unit rumah warga yang terdampak. Dan tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir yang melanda desa Sitiarjo hingga sekarang," tandas Agus Harianto.

Sementara Bupati Malang, H Rendra Kresna telah memerintahkan SKPD terkait dalam penanganan musibah banjir di desa Sitiarjo. Terutama BPBD dan Dinas Sosial sudah diperintahkan membantu kebutuhan warga yang dilanda musibah banjir.

"Dari laporan yang kami terima semuanya sudah tertangani dengan baik di lokasi terkena musibah banjir itu," kata Rendra Kresna.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved