Madiun Punya Pabrik Kembang Api, Saat Disidak Wawali Ditemukan Hal Berbahaya yang Diabaikan

Terbakarnya pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang yang menewaskan 47 orang membuat pabrik serupa di Jatim ikut kena getahnya. Ternyata ...

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Mujib Anwar
SURYA/RAHADIAN BAGUS
Pabrik kembang api di Jalan Jati Siwur, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun saat disidak Wakil Wali Kota Armaya, Selasa (31/10/2017) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Wakil Wali Kota Madiun Armaya langsung beraksi usai dilantik beberapa hari oleh Gubernur Jatim.

Gebrakan perdananya adalah melakukan sidak ke pabrik kembang api yang berada di Jalan Jati Siwur, Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Selasa (31/10/2017) siang.

Sidak ini dilakukan, pasca terbakarnya pabrik kembang api di Kosambi, Tangerang, Banten, yang menewaskan 47 orang dan puluhan orang lainnya luka parah.

"Kami mengantisipasi bagaimana kesiapan pabrik kembang api yang ada di Kota Madiun. Terkait dengan keamanan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Armaya, usai melakukan sidak.

Satroni Kampus Unair, Komplotan Maling Jarah Komputer Penting, Pengakuan Dosen Mengejutkan

Menurutnya, dari hasil sidak, pihaknya menemukan sejumlah pegawai yang membuat kembang api bekerja tanpa menggunakan kaus tangan dan masker.

Selain itu, pemilik pabrik juga tidak memiliki Alat Pemadam Api atau biasa disebut APAR yang sesuai standart.

"Hasil temuan, kami meminta pemilik agar menerapkan standart K3, pemasangan cctv di semua lokasi, terutama di ruangan bahan baku yang rentan. Alat pemadam juga sudah ada, tapi masih kurang," tegasnya.

Kata Armaya, sidak tersebut merupakan langkah antisipasi, karena lokasi pabrik berada di sekitar pemukiman.

Meski Presiden, Undangan Pernikahan Kahiyang Putri Jokowi Sangat Sederhana dan Bikin Salfok

Ia menuturkan, setelah ini ia akan memerimsa kembali apakah masukan yang diberikan sudah dilakukan pemilik pabrik.

"Kami akan mengecek lagi, sejauh mana masukan yang kami berikan sudah dilakukan," katanya.

Ditanya apakah perlu dilakukan relokasi pabrik, karena lokasinya berada diantara pemukiman warga. Armaya mengatakan masih akan meninjau kembali.

"Yang itu nanti kita bicarakan, sejauh mana harus direlokasi terkait perda, apakah perlu atau tidak direlokasi. Baru nanti diambil keputusan," jelasnya.

Terungkap, Komplotan Anjal Inilah Otak Pembunuhan Sadis di Sidoarjo, Sudah Mati Disiram Air Panas

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved