Breaking News

Dipecat Oleh Perusahaan BUMN Ternama, Pemuda ini Malah Jadi Jutawan Berkat Drum Bekas

Dipecat dari perusahaan bonafide tempatnya bekerja bukan sebuah akhir. Pemuda ini malah menunjukkan tekadnya dan berhasil menjadi jutawan baru.

Tayang:
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Mujib Anwar
SURYA/IRWAN SYAIRWAN
Febry Ardiansyah (berkacatama) saat mengerjakan furniture dari drum bekas di bengkelnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Senin (8/1/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Jangan menyerah, segala sesuatu pasti ada jalannya bagi seseorang yang istikomah.

Pelajaran ini membekas dalam diri Febry Ardiansyah (25) warga Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo.

Dipecat dari perusahaannya bekerja, Febry tak langsung putus asa.

Ayah satu anak ini mengolah drum-drum bekas menjadi furniture dan meubel yang kini omzetnya mencapai puluhan juta.

Nekat Keluar dari Zona Nyaman, Hamid Jadi Pioner Pembuat Tas Golf Ternama Tanggulangin

Ditemui di bengkelnya, Febry mengatakan awalnya bekerja di PT PAL Surabaya sebagai pegawai outsourcing. Ia menjadi tukang las pembuatan kapal.

Sekitar 2016 lalu, kontraknya habis dan tak diperpanjang. Tak lagi memiliki pekerjaan tak membuatnya menyerah.

Berbekal keahliannya mengelas, Febry mencoba membuat kursi, meja, lemari, hjngga westafel, dari drum-drum bekas.

"Ide awalnya diberikan mantan bos saya di PT PAL. Saya coba buat, ternyata bisa," katanya, Senin (8/1/2018).

Berawal dari Coba-coba, Sri Malah Berhasil Jual Cake Tiwul Hingga Singapura dan Jadi Jutawan

Meski sudah bisa membuat perlengkapan rumah dari drum bekas tak lantas bisa segera dijual. Febry mengaku tak memiliki pengalaman menjual sesuatu.

Barang yang sudah jadi, ia pamerkan di depan rumahnya saja. Febry bersabar menunggu pembeli pertamanya sembari membuat perabotan lain dengan berbagai macam bentuk dan model.

Kesabarannya berbuah tatkala tetangganya sendiri yang membeli furniture unik miliknya.

"Dari tetangga saya ini kemudian tersebar dari mulut ke mulut hjngga seperti sekarang ini," sambungnya.

Demi Memperebutkan Wanita Bertubuh Subur, Dua Pria ini Rela Duel Ala Gladiator di Tengah Alun-alun

Saat ini produk karyanya sudah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga Malaysia dan Singapura. Untuk desain produk-produknya, ia merancang sendiri.

Meski dari drum bekas, Febry memastikan produk furniture-nya aman karena ia memiliki sertifikat welder 3G sehingga hasil lasnya rapi dan aman.

"Dipas-paskan saja buat desainnya. Apa yang sekiranya cocok, saya las," ujarnya.

Mau Kabur Lagi ke Malaysia, Ketua Gapoktan yang 3 Tahun Jadi DPO Malah Tertangkap Secara Tak Terduga

Kini, Febry tak lagi khawatir dengan perekonomian keluarganya. Sekitar minimal Rp 35 juta bersih bisa ia dapatkan darinhasil penjualan produknya tersebut.

Harga produknya bervariasi. Dicontohkan, satu set kursi dan meja ianjual seharga Rp 1.700.000. Namun, dia juga menjual satuan produk yang ianjual mulai darinharga Rp 90.000.

"Kalau ada yang mau desain sendiri bisa saya buatkan. Warnanya pun terserah pembeli," ucapnya, berpromosi.

Berusia 1.000 Tahun, Masjid Kuno dan Misterius Ditemukan di Afghanistan, Begini Keistimewaannya

(Surya/Irwan Syairwan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved