Pilgub Jatim 2018
Tuai Kritik Kehadiran Khofifah di Acara Pendamping PKH, Begini Penjelasan Panitia
Bakal calon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mendapat beberapa kritikan atas kehadirannya di acara Rapat Koordinasi
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yoni Iskandar
Menurut Ari, gelar tersebut diberikan atas prestasi Khofifah menaikkan kualitas taraf hidup masyarakat melalui program ini.
"Ketika beliau memimpin kementerian sosial, terjadi lonjakan yang luar biasa, terutama dalam keberhasilan dan transformasi program. Sehingga, kami menganugrahkan gelar ini," jelasnya.
Di dalam forum tersebut, juga tak disampaikan ajakan untuk memilih Khofifah.
Baca: Kakek di Malang ini tega Bunuh Selingkuhannya, Gara-gara Diejek Loyo
"Beliau bicara soal PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tak pernah lepas dari itu. Apalagi, ngomong soal kampanye, tak ada itu," jelasnya.
"Sehingga, kalau ada yang bilang bahwa Ibu Khofifah tak rela melepaskan jabatan Menteri dan para pendamping PKH, itu salah. Bukan Ibu, namun kami yang tak rela," pungkasnya.
Sebelumnya, beberapa pihak memang mengkritik kehadiran Khofifah di acara tersebut.
Menurut pakar Politik Universitas Airlangga (Unair), Novri Susan, kehadiran Khofifah tersebut rentan multitafsir.
Baca: Beredar Foto Seksi Marion Jola Indonesian Idol yang Tak Diketahui Publik Sebelumnya, Duh Posenya!
"Seharusnya Bu Khofifah bisa menahan diri dan menyadari karena posisinya saat ini sebagai calon gubernur. Kalau kapasitasnya itu sebagai menteri sosial tidak masalah itu memang tugas, tapi dia kan sebagai calon gubernur," ujarnya.
"Itu sebagai distorsi praktek berdemokrasi. Jadi, secara etika politik itu tidak benar, tidak etis. Itu tidak ada edukasi politik yang benar dari figur yang masuk seperti ini," ungkap mantan Ketua Badan Akreditas Sekolah (BAS) Sidoarjo itu. (Surya/Bobby Koloway)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-surabaya-khofifah-di-pkh-jatim_20180131_203046.jpg)