Misteri Kematian Wakapolda Sumut, Polisi Masih Tunggu Hasil Autopsi
Penyebab tewasnya mantan Wakapolda Sumut, Kombes Pol (purn) Agus Samad masih menyimpan misteri.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Agustina Widyastuti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyebab tewasnya mantan Wakapolda Sumut, Kombes Pol (purn) Agus Samad masih menyimpan misteri.
Polda Jatim yang bekerja sama dengan Polres Malang Kota terus melakukan penyelidikan sembari menunggu hasil laboratorium sampel darah korban.
"Kami juga masih menunggu hasil autposi jenazah," ujar AKBP Asfuri, Kapolres Malang Kota, Senin (26/2/2018).
Sidang Lanjutan Dugaan Penipuan yang Dilakukan Henry J Gunawan, Jaksa Tuntut 4 Tahun Penjara
Tak hanya sekadar menunggu hasil tes lab, tiga orang saksi juga tengah menjalani pemeriksaan terkait hal tersebut.
Polisi sebelumnya telah memeriksa lima orang saksi.
Beberapa saksi itu adalah saksi awal yang mendobrak pintu rumah Agus dan menemukan korban meninggal dunia di kediamannya Perumahan Bukit Dieng Permai Blok MB 9, RW 5 RT 9, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Sabtu (24/2/3018) lalu.
Asfuri berharap kasus itu dapat segera terungkap.
Klarifikasi ke Bawaslu Jatim, Tim Hukum Khofifah-Emil: Paslon Kami Diperlakukan Berbeda
"Saat ini beberapa sampel yang telah dibawa ke laboratorium adalah bekas muntahan, darah, sampai bercak darah yang diambil dari beberapa tempat," sambungnya.
Saat itu, terdapat pula bercak darah yang telah mengering.
Lalu, istri korban bernama Suhartutik juga akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
"Kemarin istri korban belum bisa dimintai keterangan, masih syok, mungkin hari ini," jelas Asfuri.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menegaskan ada tiga dugaan yang mengarah pada kasus tersebut.
Polres Pamekasan Madura Beri Makan Minum Pada Orang Gila yang Dirazia
"Yang pertama itu dibunuh, kemudian yang kedua bunuh diri, yang ketiga adalah kecelakaan," terang Barung.
Barung menjelaskan, untuk faktor-faktor yang ada di Malang itu, pihaknya menghapus alternatif kecelakaan yang dikatakannya.
Pasalnya, usai melihat hasil laboratorium forensik dan identifikasi yang telah dilakukan, dua alternatif yakni dugaan pembunuhan dan bunuh dirilah yang menjadi opsi dugaan dari hasil penyelidikan kepolisian.
Ia juga mengharapkan masyarakat dan keluarga korban untuk bersabar.
Sebab, pihak kepolisian tengah menunggu hasil autopsi dari dokter forensik.
SBY Turun di Kawasan Mataraman Kampanyekan Khofifah- Emil
"Tinggal menunggu daripada hasil autopsi dari dokter forensik yang dilakukan hari ini, besok sudah keluar. Dalam dua sampai tiga hari akan mudah menyimpulkan terhadap kematian itu," sambung mantan Kabid Humas Polda Sulsel itu.
"Kasus ini di backup penuh Polda Jatim, karena di sana tidak memiliki dokter forensik yang memadai seperti Rumah Sakit Bhayangkara, oleh karena itu kami membackup penuh dan bekerja sama dengan Polres Malang Kota," papar Barung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pejabat-polisi-tewas-olah-tkp_20180226_162056.jpg)