Pilgub Jatim 2018

Puti Guntur: Enaknya Kopi Ijo dan Khas Tulungagung

Berada di Tulungagung, Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno tidak melewatkan untuk mampir ke kedai kopi. Cucu Bung Karno

Editor: Yoni Iskandar
Surya/Bobby Koloway
Calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno nongkrong bareng bersama anak muda dan pegiat media sosial di Tulungagung, Senin (26/2/2018). Tak hanya mendengarkan aspirasi anak muda, kandidat nomor urut dua ini sempat menjadi peracik kopi (barista) dadakan di acara tersebut. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Berada di Tulungagung, Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno tidak melewatkan untuk mampir ke kedai kopi. Cucu Bung Karno itu menikmati Kopi Ijo, ciri khas Kota Marmer, di Bolorejo, Kauman.

“Kopi Ijo ini khas Tulungagung. Tidak ada di daerah lain,” kata Syahri Mulyo, Calon Bupati pertahana, saat memperkenalkan produk di daerahnya pada Puti Guntur Soekarno, Selasa (27/2/2018) siang.

Salah satu pemilik kedai, Pak Yun, menerangkan ciri khas dari Kopi Ijo juga terletak pada cangkirnya. Bentuknya kecil, bulat, kemudian dihilangkan pada pegangannya.

“Sehari kami bisa habis 25 kilogram,” kata Pak Yun pada Puti Guntur.

Baca: Apesnya Pria Ini, Curi Motor Ternyata Motor Itu Milik Keponakannya, Kini Masuk Bui

Sejak kemarin, pasangan Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) itu, nomor urut 2, berada di Tulungagung.
Ia bergerak ke kawasan Mataraman untuk membangun dukungan dalam Pilkada Jawa Timur tahun 2018.

Di Tulungagung diperkirakan menjamur warung atau kedai Kopi Ijo.

“Bisa mencapai hampir sekitar 3 ribu kedai,” kata Syahri Mulyo, Bupati Tulungagung periode 2013-2018.

Usaha ini muncul dan menjamur. Warga masyarakat menyukai. Mereka bisa cukup lama jagongan, ngobrol, sambil menikmati Kopi Ijo.

“Warga Tulungagung kebanyakan pekerja. Bisa jadi kebiasaan ngopi adalah untuk melepas lelah sehabis bekerja,” kata seorang warga.

Baca: Berdayakan Perempuan, Gus Ipul - Puti Siapkan Program Rembulan Bersinar dan Superstar

Puti Guntur Soekarno cukup teliti mengamati Kopi Ijo. Berasal dari biji kopi biasa, kemudian disangrai setengah matang.

“Sehingga warna hijaunya kelihatan. Kalau disangrai gosong, jadinya kopi hitam,” kata Pak Yun.

Ketika disajikan, aroma Kopi Ijo terasa khas.

“Hemmmm... beda aromanya,” kata Puti Guntur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved