Kumpulkan Kepala Sekolah, Tim Saber Pungli Beri Peringatan Keras dan Tak Akan Berikan Ampun

Jika ada sekolah melakukan pungutan liar, maka siap-siaplah tak diberi ampun Tim Saber Pungli.

Penulis: M Taufik | Editor: Mujib Anwar
SURYA/M TAUFIK
Suasana sosialisasi saber pungli di Sidoarjo, Kamis (3/5/2018). Dalam acara ini, kepala sekolah diwarning agar tak main-main melakukan pungutan ke siswa. 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO – Peringatan bagi para kepala sekolah maupun pengelola sekolah-sekolah negeri di Sidoarjo. Jangan main-main dengan melakukan pungutan kepada siswa atau wali murid, jika tidak ingin diseret oleh tim Saber Pungli.

Semua pungutan yang tidak sesuai prosedur bakal diproses secara hukum. Tidak ada ampun bagi sekolah yang melakukan pungli. Besar atau kecil pungutannya, jika terbukti melanggar, jelas akan ditindak tegas.

Menurut Wakil Ketua Saber Pungli Sidoarjo, Eko Udijono, besar atau kecil kasus pungutan liar akan disapu bersih.

“Kepala sekolah jangan main-main dalam urusan pungutan. Meski kecil, kalau ketahuan pasti akan ditindak tegas,” ungkap Eko Udijono di sela acara sosialisasi pencegahan tindak pidana pungli yang dihadiri para Kepala Sekolah SD - SMA Negeri se-kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/5/2018).

Dua Pegawai ini Bocorkan Soal UNBK SMP di Surabaya, Begini Modus Licin dan Kecurangannya

Sosialisasi itu digelar oleh UPP ( Unit Pemberantasan Pungutan liar) Sidoarjo atau Tim Saber  Pungli Sidoarjo bidang pencegahan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Itwasda Polda Jatim AKBP Dwi Safitri, Kepala Dinas Pendidikan Asrofi, Asisten I Pemkab Sidoarjo Heri Soesanto, dan Kasi Datun Kejari Sidoarjo Komang Ray Wirawan.

“Sosialisasi pencegahan pemberantasan pungli bagi kepala sekolah negeri ini dimaksudkan agar tidak ada lagi laporan adanya pungli di lingkungan sekolah. Jangan pernah lagi ada yang kena OTT (operasi tangkap tangan) di Sidoarjo” tandas Eko Udijono.

Demikian halnya disampaikan oleh AKBP Dwi Safitri yang juga menjabat sebagai Sekretaris Saber  Pungli UPP Propinsi Jawa Timur. Pada kesempatan ini, dirinya juga mengaskan bahwa tim Saber Pungli akan tetap menindak segala bentuk pungutan liar, meski nilai punglinya kecil.

Berbeda Jawaban Dengan Guru, Alikha Anak Tukang Bengkel Malah Jadi Lulusan Terbaik SMA se-Jatim

“Kami tidak melihat nilai. Besar atau kecil tetap saja namanya pungutan liar. Jadi, meskipun hanya Rp 10 ribu, tetap akan ditindak tegas jika ada pungli,” tandas Dwi Safitri.

Disampaikannya, pungutan liar adalah segala bentuk pungutan yang tidak didasarkan pada aturan atau tidak ada landasan hukumnya. Meski dilakukan berdasarkan kesepakatan atau musyawarah, pungutan yang tidak punya dasar atau aturan yang jelas, maka masuk kategori pungli.

Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Asrofi, pada kesempatan ini juga mewarning para kepala sekolah untuk menghindari pungli. Meski dengan alasan untuk pembangunan atau renovasi sekolahan, tetap saja dilarang.

Asyik Berkendara, 2 Pelajar SMA Bojonegoro Dikeroyok Geng Motor, Dihajar dan Ponsel Dirampas, Lalu

“Perbaikan atau renovasi sekolah sudah ada anggarannya sendiri dari APBD. Jadi pihak sekolah dilarang meminta sumbangan atau memungut iuran dari wali murid. Yang diperbolehkan adalah menerima sumbangan sukarela,” ujar Asrofi. (Surya/Ufi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved