Pesanan Roti Faizah Berlimpah saat Puasa, LPG Malah Ngowos dan Terbakar, Begini Akibatnya
Berlimpahnya rejeki dengan banyaknya pesanan roti membuat Faizah abai hingga akhirnya ludesnya semuanya.
Penulis: Sugiyono | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Sebuah rumah di Jl RA Kartini, Kelurahan Sidomoro Kecamatan Kebomas Gresik terbakar saat lagi asyik memproduksi roti, Minggu (20/5/2018).
Diduga api dari gas LPG yang ngowos. Akibatnya pesanan roti yang cukup banyak di bulan Ramadan harus dibatalkan.
Informasi yang dihimpun Surya Online menyebutkan, kejadian tersebut bermula ketika Nurdiatul Faizah (42), sedang membuat bahan roti.
Tiba-tiba LPG 3 KG habis, sehingga diganti dengan LPG lain. Namun saat mengganti LPG yang baru langsung ngowos. Sehingga menyambar kompor lain dan terjadi kebakaran hebat.
"Tabung LPG nya ngowos, sehingga menyambar api di kompor satunya. Kemudian api membesar," ujar Faizah, didampingi sanak saudaranya.
Api terus membesar dan membakar ruang dapur, lantai dua serta sebagian ruang belakang rumah.
Api disertai asap tebal membumbung tinggi membuat delapan orang di dalam rumah milik Mahmudin (60) langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
"Karena panik, sehingga langsung keluar rumah sambil membangunkan saudara yang masih tidur usai salat subuh," imbuhnya.
Warga sekitar juga langsung berusaha bangun untuk memadamkan api, sementara yang lain menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Termasuk mengeluarkan meja kursi yang ada di ruang tamu. Akhirnya api tidak sampai merembat ke tetangga dan ruang tamu. Api sudah dipadamkan petugas pemadam kebakaran.
Rumah besar ukuran 10X27 meter itu tidak terbakar semuanya, hanya bagian dapur dan kamar lantai dua serta ruang belakang.
Walaupun penghuni rumah dan tetangga tidak mampu untuk memadamkan api. "Sudah tidak bisa apa-apa. Apalagi untuk memadamkan api. Asap gelap memenuhi rumah. Untungnya semuanya selamat," katanya.
Lebih lanjut, Mimi mengatakan bahwa usaha kue kering sudah lama. Selama ini memakai dua oven. Selama bulan Suci Ramadan ini banyak pesanan. Akibat musibah kebakaran itu terpaksa dibatalkan.
"Ya uangnya saya kembalikan," imbuhnya.
Dari musibah kebakaran itu, Mimi belum menghitung seluruh kerugian akibat kebakaran tersebut. "Belum diketahui kerugiannya," katanya.
Sementara, Ahmad Buhroni (58), adik ipar Mahmudin mengatakan bahwa saat kebakaran Mahmudin tidak ada di rumah, tapi sedang berkunjung di rumah saudaranya di Solo Jawa Tengah.
"Pemilik rumah sedang di Solo. Ini saudara-saudaranya yang di Gresik sudah berkumpul," ucapnya.
Sementara tim identifikasi Polres Gresik masih mengumpulkan barang bukti yang mengakibatkan kebakaran tersebut. (Surya/Sugiyono)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kebakaran-di-gresik_20180520_142923.jpg)