Pabrik Melamin Raksasa Dibangun di Gresik, Nilai Investasi Capai Rp10 Triliun Lebih

Pembangunnan pabrik melamin ini memperkuat industri kimia nasional sekaligus mendorong pengembangan industri rendah emisi di Indonesia

Penulis: Willy Abraham | Editor: Samsul Arifin
KEK JIIPE
PEMBANGUNAN PABRIK MELAMIN - Peresmian Pabrik melamin di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Kamis (9/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Investasi pabrik melamin mencapai sekitar US$600 juta dan terintegrasi dari hulu ke hilir.
  • Proyek ini diproyeksikan menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja.
  • Mengusung teknologi rendah emisi dengan efisiensi energi hingga 30 persen.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Pabrik melamin berkapasitas besar senilai sekitar US$600 juta akan dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, sebagai bagian dari penguatan industri kimia nasional dan hilirisasi sumber daya alam.

Pembangunnan pabrik melamin ini memperkuat industri kimia nasional sekaligus mendorong pengembangan industri rendah emisi di Indonesia.

Proyek yang dikembangkan oleh Golden Elephant (GEABH) ini merupakan salah satu fasilitas melamin terbesar di dunia dan dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan gas alam menjadi amonia, urea, hingga melamin.

Proyek ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja serta mendorong penguatan ekosistem industri hulu dan hilir, termasuk sektor pertanian, manufaktur, dan logistik.

Baca juga: Kisah Wen Chao, Pekerja Asal Tiongkok di JIIPE Gresik Jadi Mualaf usai Terpikat Ibadah Rekan Kerja

Dorong Hilirisasi dan Industri Nasional

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto, mengatakan, pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya domestik sekaligus memperkuat daya saing industri.

“Pengembangan industri melamin di Gresik merupakan langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi nasional. Kami mengapresiasi peran KEK Gresik dalam menyediakan ekosistem industri terintegrasi yang mampu menarik investasi berskala besar dan berkualitas tinggi,” kata Airlangga.

Airlangga menambahkan, pengembangan proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat basis industri berbasis sumber daya alam, sekaligus mendukung transisi menuju industri yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca juga: Puluhan Orang Mendadak Masuk Kantor Pemkab Gresik sambil Kenakan Seragam, Ternyata Korban Penipuan

Chairman Golden Elephant (GESC), Lei Lin, menyampaikan bahwa proyek ini mengusung pendekatan industri kimia berbasis ekonomi sirkular dengan dukungan teknologi proses generasi terbaru.

“Kami melihat KEK JIIPE Gresik sebagai kawasan strategis untuk menghadirkan rantai industri kimia terintegrasi berbasis ekonomi sirkular di Indonesia. Proyek ini tidak hanya memperkuat pasokan industri dalam negeri, tetapi juga mendorong transfer teknologi dan kerja sama industri lintas negara,” kata Lei Lin.

Serap Ribuan Tenaga Kerja

Lei Lin menambahkan, penerapan teknologi tersebut memungkinkan efisiensi energi hingga 30 persen lebih rendah dibandingkan standar industri global, serta optimalisasi pemanfaatan produk samping melalui proses daur ulang, sehingga mendukung pengembangan industri kimia rendah karbon.

Direktur Utama PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS)-JIIPE Bambang Soetiono, menegaskan bahwa keunggulan JIIPE terletak pada integrasi kawasan yang mampu mendukung efisiensi operasional dan keberlanjutan industri.

“JIIPE dirancang untuk mendukung rantai nilai industri secara end-to-end, mulai dari ketersediaan bahan baku, infrastruktur, hingga konektivitas logistik. Hal ini memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri secara berkelanjutan,” ujarnya.

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, menilai proyek ini akan memperkuat ketahanan industri kimia serta menjadi tonggak penting dalam kerja sama ekonomi kedua negara.

“Pengembangan rantai industri melamin di JIIPE akan memperkuat pasokan produk kimia strategis, mendukung industrialisasi Indonesia, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional,” ujar Wang Lutong. 

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved