Bermodalkan Stiker 'SAKRAM', Beragam Angkutan yang Melintas di Jalur Pantura Aman, Kok Bisa?
Komplotan preman yang memeras berbagai perusahaan jasa angkutan yang beroperasi antar provinsi di Jalur Pantai Utara.
Penulis: Pradhitya Fauzi | Editor: Edwin Fajerial
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komplotan preman yang memeras berbagai perusahaan jasa angkutan yang beroperasi antar provinsi di Jalur Pantai Utara (Pantura) telah ditangkap Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
Kelompok itu kerap memalak angkutan, bila suatu perusahaan yang disatroni tak menyetorkan sejumlah uang.
Komplotan beranggotakan enam orang yang bernama Sakram ini selalu meminta jatah bulanan.
Bahkan, sejumlah supir truk seluruh ekspedisi selalu menyetor kepada kelompok bernama Sakram itu.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan komplotan Sakram selalu beraksi sekitar lima tahun lalu.
"Mereka ini sudah beraksi sejak lima tahun lalu," papar Kombes Pol Frans Barung Mangera di halaman Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (21/5/2018).
( VIDEO: Resahkan Perusahaan Jasa Angkutan, Otak Komplotan Preman Sakram Ikut Diciduk Polda Jatim )
Lalu, Wadirreskrimum Polda Jatim, AKBP Juda Nusa Putra membeberkan, ketika beraksi, komplotan Sakram menghubungi berbagai perusahaan.
Perusahaan yang disasar adalah perusahaan yang bergerak di bidang angkutan barang.
Ketika sudah menghubungi, Sakram kerap meminta setoran uang bulanan.
Uang yang diminta pun beragam, mulai dari Rp 3.000.000,00 sampai Rp 5.000.000,00.
"Kalau tak mau memberi, sejumlah truk dari perusahaan target akan dicelakai saat sedang dalam perjalanan," beber Juda pada awak media.
Menurut Juda, beragam kendaraan dari perusahaan yang bergerak dalam angkutan barang yang telah masuk dalam perangkap Sakram, maka akan diberi tempelan stiker bertuliskan 'SAKRAM'.
( Peras Perusahaan Jasa Angkutan di Jawa dan Sumatera, Ini Modus yang Digunakan Sindikat Preman Sakram )
Selanjutnya, anggota Sakram ada yang bertugas menyanggong di sejumlah titik di Jalur Pantura itu, pastinya akan membiarkan sejumlah truk berstiker 'SAKRAM' itu.
"Bila di kendaraan tidak ada stiker 'SAKRAM', pasti akan di kompas (peras) di tengah jalan, terkadang bannya juga di kempesi," lanjutnya.