Breaking News:

Serangan Bom di Surabaya

Kisah Haru Dokter Sitha Maharani Saat Rawat Korban Bom di Surabaya, dari Anak Kecil Sampai Kakek

Sitha Maharani banyak mendapat ucapan terima kasih dari netizen karena dianggap menjadi satu pahlawan dalam kejadian mengerikan tersebut.

Editor: Alga W

Dalam peristiwa nahas tersebut, tercatat 16 orang luka-luka mengalami luka bakar hingga kritis.

Dari 16 orang korban luka, 8 di antaranya dirawat di RS Premier Surabaya.

Situasi rumah sakit yang semula kondusif berubah menjadi panik.

Baca: Hadang Teroris hingga Selamatkan Anak Kecil Saat Ledakan, Aksi Heroik 4 Sosok Ini Bikin Salut!

Sitha Sempat Syok

Ternyata saat kejadian, dokter cantik ini harusnya bekerja di ruangan, menjaga bangsal.

Tapi tak disangka, ada panggilan dari IGD jika ada kejadian luar biasa, yakni bom bunuh diri dan diperkirakan akan banyak korban yang datang.

"Pasien pertama itu paling ujung, ada kakek-kakek usianya 80-an, luka di kepala dan ada serpihan besi menancap di tengah-tengah leher," ucap Sitha.

Baca: Tewas Ledakkan Bom, Jenazah Puji Kuswati Ditolak Keluarganya, Ungkit Prinsip hingga Restu Pernikahan

Sitha bercerita, satu dari delapan pasien yang dirawat di RS Premier adalah seorang penjaga parkir di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Pria tersebut datang bukan dengan ambulans, melainkan diantar menggunakan sepeda motor oleh orang-orang yang kebetulan melintas di depan gereja.

"Dia ada luka di tangan, lukanya parah, ada kehilangan jaringan, juga ada patah di kaki. Seripihan-serpihan logam itu menancap di badannya," ujar Sitha.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved