Pikap Macet di Jembatan Ngujang Tulungagung, Kemacetan Capai 1 Kilometer, Monyet Ikut Ngantri

Sebuah pikap bermuatan pisang mogok di tengah jembatan Ngujang, di perbatasan Kecamatan Ngantru dan Kecamatan Kedungwaru Tulungagung

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Yoni Iskandar
david yohanes/surya
Pikap pengangkut pisang yang mogok di Jembatan Ngujang, monyet siap memakan pisang 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Sebuah pikap bermuatan pisang mogok di tengah jembatan Ngujang, di perbatasan Kecamatan Ngantru dan Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Rabu (30/5/2018) siang.

Mobil ini mengalami patah baut roda belakang di bagian kiri.

Mogoknya mobil penuh pisang ini langsung mengundang monyet-monyet yang penghuni makam Ngujang.

Hewan primata ini diam-diam berusaha mendekat dan meraih pisang di atas pikap.

Namun mogoknya pikap ini kemacetan luar biasa. Dari arah utara (Kediri) dan arah selatan (Tulungagung) kemacetan mencapai lebih dari satu kilometer.

Kemacetan juga terjadi dari arah Kecamatan Karangrejo, pertigaan Ngujang ke arah barat.

Polisi dari Polsek Ngantru, Polsek Kedungwaru dan Satlantas Polres Tulungagung sibuk mengatur kendaraan.

Baca: EPA Sempat Mengeluh ke Teman Sekolah Khawatir Tidak Bisa Masuk SMA Favorit di Kota Blitar

Karena hanya lajur timur yang bisa digunakan, kendaraan yang akan melintas harus bergantian.

Jembatan Ngujang memang menjadi akses utama Tulungagung-Kediri.

Jika terjadi gangguan di atas jembatan ini, lalu lintas akan menumpuk dan sulit bergerak.

Apalagi jalur alternatif di barat juga terganggu karena putusnya jembatan Ngadi, tepat di perbatasan Kecamatan Karangrejo di Tulungagung dan Kecamatan Mojo di Kabupaten Kediri.

Butuh waktu dua jam lebih untuk memperbaiki mur roda yang patah.

Menurut pemilik pisang, Pailah (55) warga Kresikan, Kecamatan Tanggunggunung, sebelumnya tidak ada tanda-tanda kerusakan.

"Tiba-tiba langsung brak, roda belakang yang kiri lepas," ungkap Pailah.

Baca: Janjikan THR, Bos Ajak Karyawati ke Hotel, Dipaksa Melayani Nafsu Bejatnya

Pailah sempat meminta maaf kepada polisi lalu lintas yang mengatur jalan.

"Saya minta maaf karena merepotkan semua orang," katanya.

Pisang-pisang ini diambil dari Tanggunggunung dan akan dijual ke Kediri.

Usai diperbaiki, mobil pelan-pelan berjalan meninggalkan jembatan Ngujang.

Namun kemacetan masih terjadi dan belum bisa langsung terurai. (David Yohanes)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved