Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Bukan Pertama Kali, Intip Perjalanan Indonesia Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Lima negara terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB mulai 1 Januari 2019. Salah satunya Indonesia.

Penulis: Pipin Tri Anjani | Editor: Dwi Prastika
AFP PHOTO/DON EMMERT
Dari kiri ke kanan, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas; Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Lindiwe Sisulu; Menteri Luar Negeri Republik Dominika Miguel Vargas; Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi, dan Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders; berpose bersama setelah kelima negara terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2019-2020 pada Jumat (8/6/2018) dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat. 

2. Periode 1995-1996

Setelah lama tak terpilih kembali, Indonesia didaulat menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Indonesia terpilih kembali untuk periode 1995 sampai 1996 bersama dengan Botswana, Honduras, Jerman, serta Negeri "Pizza" Italia.

Baca: Razan Najjar Gugur di Gaza, Bayi ini Lahir ke Dunia, Nama Si Perawat Digunakan Demi Harapan Mulia

3. Periode 2007-2008

Indonesia kembali menjalani tugas menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2007-2008.

Kala itu, Indonesia terpelihi bersama Afrika Selatan, Panama, Belgia, dan Italia.

Jejak Indonesia untuk Dewan Keamanan PBB

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi turut hadir dalam Resepsi Diplomatik pencalonan Indonesia jelang pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat.

Baca: Dikenal Cantik, Potret Terkini Ratna Sari Dewi, Istri Soekarno Banjir Pujian Netizen, Awet Muda!

Dikutip dari Kompas, Retno menyampaikan, Indonesia memiliki rekam jejak yang baik untuk mencalonkan diri sebagai DK PBB periode 2019-2020.

Menurut dia, rekam jejak Indonesia bagi perdamaian, kemanusiaan dan kesejahteraan global dapat dilihat dari berbagai aksi dan kontribusi yang dibangun dalam beberapa dekade.

Terkait isu kemanusiaan, Menlu Retno menjelaskan, Indonesia hadir dan berada di depan saat negara-negara anggota PBB membutukan bantuan kemanusiaan, termasuk pada saat bencana alam di Haiti, Fiji dan Nepal.

Baca: Lahir 6 Juni 1901, Inilah 16 Quote Presiden Soekarno yang Melekat di Hati, Bikin Semangat Berjuang!

Selain itu, Menlu RI menyebutkan tentang kontribusi para pegiat kemanusiaan Indonesia, yang saat ini berada antara lain di Cox Bazaar, Rakhine State, Gaza dan Marawi.

Terkait dengan kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia, Menlu RI mengutarakan fakta mengenai ribuan anggota pasukan perdamaian Indonesia yang saat ini bertugas di berbagai misi perdamaian PBB di seluruh dunia.

Menurut dia, hal-hal tersebut merupakan sebagian contoh dari kontribusi Indonesia, dan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus berkotribusi bagi upaya perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Baca: Fakta Baru Kasus Mayat Wanita dalam Kardus, Awal Perkenalan hingga Obrolan Terakhir Korban-Pembunuh

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved