Banyak Mahasiswa Belum Paham Pemilu, Panwas Gagas Kelas Pemilu
Alim Mustofa SSos MAP, Ketua Panwaslu Kota Malang menggagas ide tentang adanya kelas pemilu.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Edwin Fajerial
TRIBUNJATIM.COM, KLOJEN - Alim Mustofa, Ketua Panwaslu Kota Malang menggagas ide tentang adanya kelas pemilu.
Hal itu karena tidak banyak mahasiswa yang paham pemilu.
"Jika tidak banyak paham, takutnya minat partisipasinya menurun," kata Alim di seminar "Sengketa Pemilu Di Tahun Politik" di Universitas Widyagama, Jumat (20/7/2018).
Kelas ini kelak perlu sinergi beberapa pihak dalam memberikan pembelajaran, termasuk dengan perguruan tinggi.
Dengan begitu, tugas di pengawasan pemilu dapat dibantu partisipatif diberbagai pihak.
Sehingga mahasiswa bisa menjadi mitra KPU dan atau panwas untuk mengawal di setiap putaran pemilu.
Seperti di titik rentan saat pemungutan suara.
• Panwaslu Putuskan Kasus Suara Siluman Hanya Pelanggaran Etik, LSM di Jombang Bereaksi Keras
"Jika nanti ada kelas pemilu, aspek akademi, hukum dan praktisi demokrasi bisa melibatkan diri," kata Alim. Usai seminar, kepada wartawan ia menambahkan tahunya minat mahasiswa kurang dalam pemilu saat sosialisasi berupa FGD sebanyak dua kali
"Khususnya pada bidang pengawasan, misalkan tentang pelanggaran pemilu. Tapi minim sekali pemahaman mereka. Jika di tingkat terdidik saja seperti itu, maka memprihatinkan," ujarnya. Karena itu timbul ide kelas pemilu.
Mahasiswa bisa belajar soal pemilu, politik dan demokrasi khususnya dalam pengawasan pemilu.
"Kerja sama dengan perguruan tinggi masih belum ada. Namun, kalau Bawaslu Jatim punya kerja sama dengan Universitas Brawijaya, UIN Maliki dan Unisma," katanya.
Namun, tidak menutup kemungkinan dengan perguruan tinggi lain.
Tentang materi di kelas pemilu, ia sudah menggalinya dari peserta FGD lalu sehingga sudah bisa memberikan informasi yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Konsep pertemuannya sebanyak 10 kali.
• Kades yang Daftar Caleg Akan Diawasi dan Dipelototi Khusus Panwaslu
"Tapi terus terang masih ada di kendala pembiayaan," ungkapnya.