Ikan Kresek Manis, Rasanya Nikmat dan Berkhasiat Asal Pasuruan
Ikan laut itu dijemur di halaman belakang rumah Khotibul Umam di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/8/2018) sore.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Khotibul Umam, Adi Suryawan, dan Laelatul Mukaromah terlihat sedang sibuk mengambil jemuran ikan medai.
Ikan laut itu dijemur di halaman belakang rumah Khotibul Umam di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/8/2018) sore. Ikan ini sudah saatnya diangkat dari jemuran setelah dijemur selama tiga jam.
Ketiganya adalah sebagian dari 23 mahasiswa atau mahasiswi Kelompok 02 Universitas Yudharta Pasuruan yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kemaritiman (KKNT) di ini.
Mereka melakukan KKNT sudah sejak sejak 01 Agustus dan akan berakhir pada 31 Agustus 2018 mendatang.
Ketiganya menyadari keberadaan ikan medai di desa ini melimpah. Maka dari itu, ketiganya berinovasi dan membuat Ikan Kresek Manis.
• Sejoli yang Lakukan Aborsi ini Dimas Beri Nama Bayinya Muhammad Zainal Abidin
Ikan ini berbahan dasar ikan medai. Setelah itu, mereka kemas dan mereka pasarkan.
Keberadaan ikan kresek manis ini menjadi alternatif bagi pecinta ikan kresek untuk menikmati ikan medai.
Kepada Surya, Adi Suryawan mengaku ide itu muncul begitu saja. Ia hanya ingin menyajikan inovasi dalam pengolahan ikan medai. Masyarakat di sini, ikan medai biasanya dikeringkan dan dijadikan ikan asin. Atau kalau tidak dijadikan sebagai ikan panggangan ataupun ikan bakar.
Di tangan ketiga dan teman - temannya, ikan ini disulap menjadi ikan yang memiliki daya jual tinggi. Bagaimana tidak, ikan medai yang per kilogramnya (kg) dijual dengan harga Rp 30.000, disulap menjadi harga Rp 15.000 per bungkusnya, tapi dengan inovasi ikan medai menjadi ikan kresek manis.
"Ingin memberikan alternatif. Jadi, orang tidak hanya mengenal ikan medai untuk ikan asin atau ikan panggangan, tapi juga ikan kresek manis. Rasanya juga tidak kalah nikmat. Tetap enak dan cocok untuk menjadi teman nasi putih hangat," katanya.
• Kisah Aji Pamungkas, Anak Mantan TKW Asal Ponorogo Peraih Medali Emas Asian Games 2018
Ia pun menyampaikan, kandungan gizi di dalam ikan medai pun sangat banyak. Bahkan, ia pun menyarankan untuk makan ikan medai ini sebanyak mungkin. Ini jenis ikan laut yang memiliki banyak vitamin dan gizi.
Laelatul Mukaromah menambahkan, untuk prosesnya pun sangat mudah. Kata dia, pertama kali ikan ini dicuci bersih. Selanjutnya dibersihkan sisik di tubuh ikannya, dan langsung dibelah. Pembelahan ini harus dilakukan secara hati - hati.
"Dibelah menjadi dua dan dihilangkan durinya. Selain itu, kotoran yang ada di dalam tubuh ikan medai juga dibersihakan," tambahnya.
Setelah itu, kata dia, ikan direndam dalam air yang sudah dicampur dengan jeruk. Tujuannya agar ikan tidak amis. Proses selanjutnya, ikan diolesi dengan bumbu yang sudah disiapkan.
Bumbu itu terdiri dari rempah - rempah , diantaranya bawang putih, garam , gula, jinten, ketumbar, cabai merah, dan asem.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-pasuruan-ikan-dendeng-asal-pasuruan-yang-mak-nyuus_20180828_192348.jpg)