Ikan Kresek Manis, Rasanya Nikmat dan Berkhasiat Asal Pasuruan
Ikan laut itu dijemur di halaman belakang rumah Khotibul Umam di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/8/2018) sore.
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
"Bumbunya diulek menjadi satu. Kalau bisa diulek pakai tangan, jangan dimasukkan ke blender. Kenapa, karena rasanya beda dan tingkat kelembutan bumbunya berbeda. Jadi, harus diulek menggunakan tangan. Ikan harus benar - benar diolesi bumbu dari sisi luar ataupun dalamnya. Harus rata , agar bumbunya meresap," ungkap dia.
• Rajiah Salsabillah Mahasiswi UBL Jakarta Sumbang Medali Emas di Cabang Sport Climbing
Ditambahkan dia, setelah rata bumbu, ikan dijemur di bawah sinar matahari dan diangin - anginkan.
"Tidak boleh lebih dari 3 jam ikan dijemur. Karena, jika terlalu kering akhirnya tidak jadi ikan kresek manis, tapi jadi ikan asin. Maka dari itu, penjemuran harus tetap dijaga, maksimal 3 jam," ungkap dia.
Setelah 3 jam, kata dia, ikan harus diangkat. Didiamkan sebentar dan langsung dimasukkan dalam kemasan.
Masing - masing kemasan diisi empat ekor ikan kresek atau ikan medai ini. Selanjutnya dipres dan siap dipasarkan.
• Reaksi Menpora saat Kontingen Indonesia Melebihi Target Perolehan Medali Emas pada Asian Games 2018
Inovasi usaha ini memang tergolong masih baru dan masih dirintis. Namun, ia mengaku masih saja ini perlu pengembangan. Ia mengaku akan mengembangkan bisnis dan usaha ikan kresek manis ini kedepan, bersama rekan - rekannya.
"Kayaknya sih ada kepikiran mengembangkan usaha ini. Saya jual Rp 15.000 per bungkus ternyata laris , banyak yang minat dan penasaran, akhirnya membeli. Jadi paket Rp 15.000 itu ikan sudah bisa langsung dinikmati, beli di kami, ikannya digoreng dan bisa dimakan. Cukup ditambah dengan sambal sudah nikmat," tutupnya. (lih)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-pasuruan-ikan-dendeng-asal-pasuruan-yang-mak-nyuus_20180828_192348.jpg)