RSIA Budhi Jaya - 32 tahun Membantu Pasangan Wujudkan Impian Berkeluarga

Bulan Agustus 2018 ini RSIA (Rumas Sakit Ibu Anak) Budhi Jaya di Jakarta Selatan tepat berusia 32 tahun.

Tayang:
Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Prof.Dr.dr. Ichramsyah A. Rachman, Sp.OG-KFER, pakar di bidang infertilitas 

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Bulan Agustus 2018 ini, RSIA (Rumas Sakit Ibu Anak) Budhi Jaya di Jakarta Selatan tepat berusia 32 tahun.

Rumah sakit ini pada tahun 1970-an bercikal bakal dari rumah bersalin yang dikelola oleh bidan, kemudian terus mengalami perkembangan dengan bergabungnya tim dokter dan peningkatan berbagai fasilitas modern, sehingga menjadi rumah sakit bersalin pada akhir tahun 1980-an.

Selanjutnya Budhi Jaya menjadi rumah sakit ibu dan anak (RSIA) dengan spesialisasi di bidang infertilitas.

Direktur RSIA Budhi Jaya dr. Ristina Basri, MARS menyatakan, mencapai usia 32 tahun, RSIA Budhi Jaya terus berupaya meningkatan kualitasnya.

"Kami berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik bagi pasien, baik pelayanan medis maupun non medis, yang berstandar kepada keselamatan pasien. Hal ini dibuktikan dengan RSIA Budhi Jaya telah mendapatkan pengakuan dari Kementrian Kesehatan dalam bentuk kelulusan Akreditasi RSIA Budhi Jaya dengan predikat kelulusan, ' Utama',” jelasnya.

Dengan telah memperoleh kelulusan akreditasi rumah sakit dari Kementrian Kesehatan, berarti RSIA Budhi Jaya menjamin pasien dan pengunjung mendapat pelayanan sesuai dengan standard pelayanan kesehatan yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan.

Dewanti Rumpoko Sebut Ada Nilai Lain di Balik Penyambutan 5 Atlet Peraih Medali Asian Games di Batu

Kepercayaan masyarakat terhadap keahlian RSIA Budhi Jaya dalam bidang infertilitas dibuktikan dari keberadaan pasien yang berasal tidak hanya dari Jakarta namun juga dari luar Jakarta, seperti Medan, Surabaya, Lampung, Semarang, Solo, Bandung, dll.

Prof.Dr.dr. Ichramsyah A. Rachman, Sp.OG-KFER, pakar di bidang infertilitas, salah satu pendiri RSIA Budhi Jaya, menjelaskan, infertilitas atau ketidaksuburan bukan berarti pasangan tidak dapat memiliki keturunan.

Namun hal tersebut disebabkan karena adanya faktor-faktor tertentu. Infertilitas dapat terjadi baik pada wanita maupun pada pria, atau pada kedua-duanya.

"Dengan demikian pemeriksaan, diagnosis dan perawatan, harus dilakukan kepada istri dan suami. Karena itu masalah infertilitas yang dialami pasien bersifat individual,” jelasnya

RSIA Budhi Jaya memiliki program Holistic Infertility Center (HIC) yang melakukan diagnosis menyeluruh pada pasangan suami istri.

Tim dokter HIC, yang dipimpin oleh Prof. Ichramsyah ini, ‘dikomandoi’ spesialis obgyn (kebidanan) yang akan melihat masalah pasangan pasien untuk kemudian bisa merujuk pasien ke dokter andrologi (kesehatan/ kesuburan pria) atau juga ke dokter internis (penyakit dalam).

Polda Jatim Tindaklanjuti Pelaporan Terhadap Ahmad Dhani Soal Kasus Dugaan Ujaran Tidak Menyenangkan

Tim HIC RSIA Budhi Jaya sudah banyak membantu pasangan suami istri yang mengalami kesulitan memiliki anak hingga berhasil memiliki keturunan.

Infertilitas atau gangguan kesuburan adalah ketidakmampuan pasangan untuk memiliki keturunan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur selama satu tahun tanpa kontrasepsi.

Infertilitas pada wanita dapat disebabkan oleh endometriosis/ pertumbuhan jaringan, implant yang abnormal, faktor hormonal ataupun menopause dini. Sementara penyebab pada pria misalnya kelainan genetika, faktor hormonal, kualitas sperma kurang baik, saluran tersumbat, atau pengaruh luar (radiasi dan obat).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved