Hadapi Revolusi Industri 4.0, ITS Surabaya Gelar Seminar Hadirkan Kepala Dinas Pendidikan Jatim
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar seminar nasional bertema "Strategi Pembangunan Nasional Revolusi Industri 4.0".
Penulis: Samsul Arifin | Editor: Ani Susanti
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar seminar nasional bertema "Strategi Pembangunan Nasional Revolusi Industri 4.0".
Seperti judulnya, seminar ini membahas tentang sejumlah strategi yang harus disiapkan untuk menghadapi revolusi industri generasi ke-empat atau industri 4.0.
Seminar digelar di Gedung Rektorat ITS, Kamis (13/9/2018).
Dua pembicara utama hadir dalam seminar tersebut, yakni Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) Sri Adiningsih dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Saiful Rachman.
• Tri Rismaharini Jadi Kandidat Terkuat Presiden UCLG-ASPAC, Langsung Diberi Ucapan Selamat!
Dibuka oleh Rektor ITS, Joni Hermana, seminar ini juga diikuti oleh pimpinan ITS dan SMP serta SMA se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Joni mengatakan bahwa awal mula revolusi industri 4.0 yakni ketika peran manusia digantikan oleh mesin.
Oleh sebab itu banyak sektor pekerjaan yang akan berkurang.
“Namun jangan khawatir karena hukum keseimbangan alam pasti terjadi, ketika banyak pekerjaan hilang maka akan timbul pekerjaan baru lagi,” tutur guru besar Teknik Lingkungan ini.
Joni juga menambahkan, revolusi industri 4.0 juga berpengaruh pada perilaku anak zaman sekarang.
Mereka bukan lagi anak-anak yang masuk sekolah pukul 07.00 dan pulang pukul 17.00.
Tapi, kata Joni, mereka adalah anak-anak zaman milenial yang tidak ingin repot.
“Sekolah pun harus mampu menyesuaikan perkembangan maupun cara belajar anak zaman sekarang,” ujarnya.
• VIDEO: Aura Kasih Hadiri Super Opening Bober Cafe Surabaya, Penampilannya Hipnotis Pengujung
Joni bercerita, Albert Einstein pernah berkata bahwa kesuksesan seseorang 20 persen ditentukan oleh IQ dan sisanya adalah kerja keras.
Setelah perkembangan zaman, ternyata kerja keras tersebut adalah kemampuan softskill.
Joni melanjutkan, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk menghadiri revolusi industri 4.0.
“Oleh sebab itu, penting adanya sertifikasi tentang soft skill yang menunjukkan kemampuan mereka,” tandasnya.
• Kuli Bangunan Asal Bojonegoro Ditangkap Polisi di Surabaya karena Bawa Pil Ekstasi, ini Pengakuannya
Ketua Wantimpres, Sri Adiningsih mengatakan, perkembangan teknologi dan industri 4.0 dapat mengubah banyak hal dan tumbuh hal-hal baru.
“Beberapa tahun ke depan dokter robot akan hadir di Amerika, mobil akan diciptakan melalui 3D Printing, bisa jadi puluhan tahun ke depan akan ada rumah yang dibangun dengan 3D Printing juga,” ungkapnya.
Sri Adiningsih menambahkan, hadirnya revolusi industri 4.0 menyebabkan munculnya banyak star tup.
“Apabila banyak startup seperti ini maka akan tercipta banyak lapangan pekerjaan,” ujar Ekonom dari Universitas Gadjah Mada ini.
• Ketahuan Bawa Pil Ekstasi, Pria di Surabaya Ditangkap Polisi, Batal Dugem Malah Masuk Bui
Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman menambahkan, meningkatnya revolusi industri 4.0 penting untuk mengatur strategi dalam pendidikan karakter.
Tujuan dari karakter adalah untuk meningkatkan akhlak mulia.
“Ancaman nyata tentang kurangnya pendidikan karakter adalah banyak terjadi kekerasan, sentimen agama, gaya hidup berlebihan, hingga pornografi,” kata Saiful.
Saiful juga menyebutkan, sekolah di Jatim sudah mengikuti perkembangan industri 4.0 dalam hal teknologi.
Satu di antaranya yakni ujian nasional saat ini yang sudah menggunakan komputer.
“Hampir keseluruhan di Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan ujian nasional tidak lagi menggunakan kertas (paperless, red),” jelasnya.
• Tuupai, Aplikasi Penyedia Jasa Online yang Siap Membantu Kamu, Ada Jasa MUA sampai Servis Elektronik
Saiful menuturkan, pentingnya penumbuhan nilai karakter dengan cara olah hati, olah raga, olah pikir, dan olah karsa.
Ini mampu menyebabkan tumbuhnya karakter religius, jujur, toleransi, komunikatif, peduli sosial, hingga tanggung jawab.
“Setelah itu diperlukan penguatan nilai utama karakter yakni religius, integritas, gotong royong, mandiri, dan nasionalis seperti bagusnya nilai kerja sama, disiplin, dan tanggung,” ucapnya.
Dilanjutkan Saiful, pentingnya pembudayaan karakter di sekolah seperti pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah mulai masa orientasi hingga kelulusan.
“Pembiasaan dimulai dari pembiasaan harian seperti mengucapkan salam dan cium tangan, hingga pembiasaan tahunan seperti kerja bakti hingga menyelenggarakan forum diskusi agar karakter anak dapat tumbuh,” tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/seminar-its-surabaya-sri-adiningsih-saiful-rachman_20180913_211506.jpg)