Gempa Sumenep

Mengenal Sesar Kambing, Penyebab Gempa Jawa Timur, Panjang Capai 300 Km hingga Potensi Guncangannya

Sesar Kambing adalah satu di antara sesar besar yang masih aktif di Indonesia. Simak ulasan karakteristik hingga mekanismenya berikut.

Mengenal Sesar Kambing, Penyebab Gempa Jawa Timur, Panjang Capai 300 Km hingga Potensi Guncangannya
Kolase Twitter/@infoBMKG
Gempa area Jawa Timur 

Melansir Kompas.com (11/10/2018), tercatat sampai tiga orang meninggal dunia dari wilayah ini akibat gempa.

Yakni Nuril Kamiya (7), H Nadhar (55), serta satu laki-laki dewasa yang masih diidentifikasi.

Ketiganya warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Sumenep.

Para korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh saat gempa.

Gempa di Sumenep Madura yang terjadi pada Kamis (11/10/2018) dini hari menyebabkan bangunan-bangunan menjadi rusak.
Gempa di Sumenep Madura yang terjadi pada Kamis (11/10/2018) dini hari menyebabkan bangunan-bangunan menjadi rusak. (Twitter/Sutopo_PN)

Dampak kerusakan gempa yang ditimbulkan juga cukup besar.

Penyebab gempa yang melanda area Jawa Timur ini menurut BMKG akibat aktivitas sesar lokal di dasar Laut.

Dampak Gempa Sumenep Cukup Parah, Pakde Karwo Pastikan Sebanyak 246 Rumah Rusak

Sesar Kambing dan Mekanismenya

Melansir hasil tulisan situs resmi BMKG, gempa dibangkitkan karena adanya deformasi batuan kerak dangkal dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Mekanisme sumber yang terjadi dan arah jurus sesar (strike) gempa ini tampak ada kemiripan mekanisme sumber dengan gempa-gempa terjadi di utara Bali, Lombok, Sumbawa, dan Flores.

Dewan Penasihat Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Rovicky Dwi Putrohari memperkirakan gempa ini terjadi karena ada pergerakan pada Sesar Kambing.

Halaman
1234
Penulis: Ignatia
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved