Dibanding Pengerahan Massa, Kapolres Tulungagung Harap Warga Berikan Informasi Desa Suruhan Lor

Aksi massa ini sebagai buntut kekecewaan mereka kepada proses hukum di kepolisian yang dianggap lamban.

Dibanding Pengerahan Massa, Kapolres Tulungagung Harap Warga Berikan Informasi Desa Suruhan Lor
SURYA/DAVID YOHANES
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar, berharap tidak ada pengerahan massa saat warga dan anggota sebuah perguruan pencak silat Tulungagung menggelar aksi massa ke Mapolres Tulungagung.

Aksi massa ini sebagai buntut kekecewaan mereka kepada proses hukum di kepolisian yang dianggap lamban.

Kepolisian dianggap lamban dalam mengungkap kasus kerusuhan yang terjadi di Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung.

AKBP Tofik Sukendar, berharap tidak ada pengerahan massa, sebab tidak akan membantu polisi dalam mengungkap kasus ini.

PT Barata Indonesia Ekspor Perdana Produk dari Divisi Komponen Turbin ke Taiwan

“Lebih baik bantu polisi mendapatkan informasi. Itu justru akan sangat membantu mengusut kasus ini,” tegas Tofik.

Lanjut AKBP Tofik, ada kendala untuk mendapatkan keterangan di lapangan.

Pemberi keterangan sangat sedikit memberikan petunjuk ke pelaku.

Pihaknya tidak mau gegabah bergerak dengan data awal yang minim.

BNN Kabupaten Gresik Ungkap Penjualan Ganja yang Diduga Dikendalikan Dari Lapas Pamekasan

"Misalnya kalau kami bergerak dengan landasan hukum yang lemah, nanti dianggap bekerja tidak profesional," tambah Tofik.

Menurutnya, penyerangan di Suruhan Lor bukan sekedar perkara pengeroyokan atau penganiayaan.

Kasus ini sudah termasuk kerawanan menjelang Pemilu.

“Tulungagung sudah tercoreng dengan kejadian ini. Jangan sampai ada kesan kasus ini berlarut-larut,” tandas Tofik.

Tingkatkan Pelayanan Pengguna, PT Angkasa Pura Akan Bangun Terminal Khusus Umrah di Bandara Juanda

Seperti diketahui, ribuan pendekar silat menyerbu Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Tulungagung, pada Minggu (7/10/2018) dini hari.

Dalam kejadian ini, tiga orang warga menjadi korban, satu di antara sempat koma.

Selain itu ada 12 rumah yang dirusak, delapan motor yang dirusak dan dibakar serta musala juga ikut menjadi sasaran amuk massa.

Ditlantas Polda Jatim Gunakan Speed Gun untuk Rekam Batas Kecepatan Pengendara di Tol Sumo

Penulis: David Yohanes
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved