Air PDAM Lamongan Keruh, Ribuan Warga Lamongan Mengeluh

- Air pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan dikeluhkan ribuan pelanggan.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
surya/Hanif Manshuri
Achmad Faisol, warga Tumenggungan menunjukkan air PDAM dalam bak mandi dan saat mengalir dari kran, Rabu (28/11/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Air pasokan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan  dikeluhkan ribuan pelanggan.

Pasalnya, warna air berubah coklat kemerahan. Kondisi ini, selain mengakibatkan kamar air mandi kotor banyak endapan, juga tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan minum maupun memasak.

"Warna air PDAM coklat, masih lumayan warna air teh," gerutu Achmad Faisol, warga Tumenggungan RT 03 RW 02 Kelurahan Tumenggungan Lamongan kepada TribunJatim, Rabu (28/11/2018).

Bahkan untuk mandi, para pelanggan ini sepertinya ragu dan merasa jijik untuk memakai air PDAM.
Untuk kepentingan memasak atau air minum, praktis berali membeli air isi ulang.Termasuk untuk mencuci pakaian berwarna cerah, juga tidak memanfaatkan air PDAM.

Pondok Pesantren 4 Lantai di Gresik Runtuh, Dua Rumah Tertimpa Bangunan Ponpes

Selain harus membeli air isi ulang, warga lebih memilih memakai air sumur. Mereka membuka kembali sumur-sumur yang sudah lama tidak terpakai.

Untuk mendapatkan air yang jernih, air sumur itu masih harus diendapkan." Kalau air PDAM saat sekarang ini sama sekali tidak bisa dipakai mencuci pakaian, apalagi untuk memasak," kata Wachid pemilik Kedai Pandora.

Bagi mereka yang ingin tetap memanfaatkan air PDAM harus mengeluarkan biaya ekstra membeli filter air dengan kapasitas besar.

Seperti yang dilakukan Ahmad Zainuri warga Perumahan Kusuma Bangsa." Ditempatku tak belikan filter air," kata Zainuri.

Selama tiga hari turun hujan, banyak warga yang memanfaatkan menyimpan air dalam tandon untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK).

Nikahi Maia Estianty, Ini Riwayat Kekayaan Irwan Mussry, Bakat Kaya Orangtua Hingga Keringat Sendiri

"Alhamdulillah tertolong air hujan," kata Wachid kepada TribunJatim.

Warna air PDAM semakin lama semakin keruh, bukan semakin jernih. Direktur PDAM Lamongan, Ali Mahmudi dikonfirmasi TribunJatim.com, Rabu (28/11/2018) mengakui kondisi air yang dikelolannya.

Warna keruh itu, menurut Ali , karena kiriman air baku dari atas atau hulu yang dilepas ke hilir sehingga air baku untuk PDAM warnanya coklat," kata Ali kepada TribunJatim.

Perubahan warna itu dampak dari algae atau lumut yang tumbuh lama dan terkontaminasi dengan matahari. Dan belum ada kiriman air baru (hujan, red).

Hal serupa sebelumnya juga dialami PDAM Bojonegoro. Karena sebab yang sama juga.

"Dan saya partikan perubahan warna itu bukan dari obat kimia," ungkapnya kepada TribunJatim.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved