Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Info BMKG

3 Tanda Penting Datangnya Bencana Angin Puting Beliung, BMKG: Waspada saat Udara Malam Terasa Gerah

Angin puting beliung bukan datang tanpa peringatan. Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengungkapkan 3 tanda penting datangnya angin puting beliung

Editor: Adi Sasono
Tribun Jogja
Puting beliung yang terekam di beberapa wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta 

"Jika satu sampai tiga hari berturut-turut tidak ada hujan pada musim pancaroba atau penghujan, maka ada potensi hujan yang pertama kali turun akan lebat dan diikuti angin kencang, baik yang masuk dalam kategori puting beliung maupun yang tidak," sambungnya.

Meski demikian, Hary menegaskan puting beliung sulit diprediksi secara spesifik dan hanya bisa diprediksi setengah sampai satu jam sebelum kejadian jika melihat atau merasakan tanda-tandanya dengan tingkat keakuratan 50 persen.

Foto Dul Jaelani Dapat Komentar Romantis dari Mayangsari, Maia Estianty Langsung Berikan Balasan

Kisah Kiki Maria Putri Suzanna, Suami Ditembak Ayah Tiri Clift Sangra hingga Tak Dapat Warisan

5 Fakta Adiba Khanza, Anak Pesantren Putri Ustaz Jefri Al Buchori dan Dekat dengan Egy Maulana Vikri

Berikut ini sifat angin puting beliung

1. Luas putarannya 5 km - 10 km

Sifat angin puting beliung Hary menuturkan, puting beliung adalah angin lokal yang muncul hanya di satu titik lokasi dengan luas perputarannya berkisar antara lima sampai sepuluh kilometer.

2. Berlangsung singkat, sekitar 10 menit

Kemunculan angin puting beliung berlangsung singkat, hanya sekitar 10 menit dan lebih sering terjadi pada musim pancaroba.

Angin ini pun cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam dan dapat membahayakan, terutama karena angin dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya.

Hal ini seperti yang menimpa salah seorang warga Perumahan Bogor Nirwana. Ia meninggal akibat mobilnya tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung.

Papan reklame di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Gresik, ambrol ke jalan raya usai diterjang angin puting beliung, Senin (19/11/2018).
Papan reklame di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas, Gresik, ambrol ke jalan raya usai diterjang angin puting beliung, Senin (19/11/2018). (SURYA/SUGIYONO)

3. Terjadi siang atau sore hari

"Selain itu, fenomena puting beliung lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari," ujar Hary.

Warga Kedungpring Lamongan bersihkan puing bangunan diterjang puting beliung.
Warga Kedungpring Lamongan bersihkan puing bangunan diterjang puting beliung. (TRIBUNJATIM/HANIF MANSHURI)

4. Kecepatan mencapai 45 km/jam

Angin ini pun cukup berbahaya karena kecepatanya bisa mencapai 45 kilometer per jam dan dapat membahayakan, terutama karena angin dapat menerbangkan benda-benda besar di sekitarnya.

Hal ini seperti yang menimpa salah seorang warga Perumahan Bogor Nirwana. Ia meninggal akibat mobilnya tertimpa pohon yang tumbang akibat puting beliung.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Waspada Puting Beliung di Musim Pancaroba, Kenali Tanda dan Sifatnya

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved