UKM Sambel Cuk Pertanyakan Akses Modal untuk Peralatan Usaha
Pengusaha sambal dengan brand Cuk, Mujiati, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan teknologi dalam memasarkan produknya.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengusaha sambal dengan brand Cuk, Mujiati, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan teknologi dalam memasarkan produknya.
Terutama dengan adanya layanan jasa antar ojek online dan marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, dan blibli.com.
"Namun memang masih sekitar 70 persen penjualan paling banyak secara off shop. Melalui pasar modern dan toko oleh-oleh," cerita Mujiati, saat tampil di kegiatan bincang usaha "Memenangkan UMKM di Era Industri 4.0" yang digelar Harian Surya di ballroom Hotel Santika Premier Surabaya, Rabu (19/12/2018).
• Kontribusi UMKM ke PDRB Sangat Besar, Pemprov Jatim Target 27 Ribu UMKM Masuk Marketplace Digital
Permintaan produk sambal Cuk diakui Mujiati cukup meningkat dengan memanfaatkan teknologi, terutama dengan promosi yang dilakukan via media sosial.
"Sekarang berapapun permintaannya saya siap. Dari modal Rp 250.000, untuk beli 1 kg cabe dan blender, sekarang sudah 100 hingga 200 kg cabe dengan mesin yang sudah menggunakan teknologi juga," ungkapnya.
Saat ini, jumlah karyawan Mujiati mencapai 30 orang.
Itu belum termasuk dengan memperdayakan para ibu-ibu di sekitar rumah dan tempat usahanya di kawasan Ngagel dan Delta Sari, sebagai pemetik cabe dan pengemas produk.
• Ratusan Guru dan ASN Diajari Cara Memviralkan Kabupaten Madiun
"Peralatan ini juga menjadi hal yang harus saya siapkan untuk memenuhi permintaan. Itu masih belum ada bantuan modal, padahal mesin blender kapasitas besar, mesin pengaduk dan peralatan terkait lainnya, biayanya juga tidak sedikit," cerita Mujiati.
Apalagi di tahun 2019, pihaknya sudah menyiapkan pengembangan usaha ini dengan tempat usaha di Jombang.
Sudah tersedia lahan 5.000 meter persegi yang proses pembangunan dan pemasangan peralatan produksinya.
"Jadi kalau ada modal untuk peralatan saya senang sekali. Karena kalau bantuan dari pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual, seperti sertifikat dan ISO, terima kasih sudah dibantu, hingga produk saya bisa dijual di luar negeri," ungkap Mujiati.
• Pegawai BNI Pindahkan Aset dan Dokumen Pasca Jalan Gubeng Surabaya Ambles
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Bank Perkreditan Rakyat Jatim atau Bank UMKM Jatim, Yudhi Wahyu M mengatakan, pihaknya sangat mendukung kebutuhan UMKM di Jawa Timur.
"Apalagi Bu Mujiati sudah menjadi nasabah kami. Kami siapkan untuk mengajukan kredit modal peralatan," ungkap Yudhi, yang juga menjadi salah satu narasumber dalam bincang usaha tersebut.
Apalagi hingga November 2018, Bank UMKM Jatim telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1,8 triliun.
Dalam jumlah tersebut, sebagian besar adalah kredit untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti usaha sambel Cuk milik Mujiati ini.
• Harian Surya Surabaya dan Exxonmobil Gelar Bincang Bisnis Memenangkan UMKM di Era Industri 4.0
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pengusaha-sambal-cuk-mujiati-di-acara-yang-digelar-yang-digelar-harian-surya-di-surabaya.jpg)