Breaking News

Rumah Politik Jatim

Bawaslu Temukan Potensi Ribuan Daftar Pemilih Tambahan di Jawa Timur

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan adanya potensi daftar pemilih tambahan di Jawa Timur.

SURYA/BOBBY CONSTANTINE KOLOWAY
Komisioner Bawaslu Jatim Aang Kunaifi 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan adanya potensi daftar pemilih tambahan di Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai ribuan.

Kesimpulan ini didapat dari proses identifikasi terhadap tempat-tempat dengan pemilih yang berpotensi menggunakan hak pilihnya.

Identifikasi ini dilakukan dengan meggunakan komponen Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sehingga membutuhkan Surat Pindah Memilih (A5) untuk dapat menggunakan hak pilihnya.

Jane Shalimar akan Jenguk Artis VA yang Diduga Terlibat Kasus Prostitusi di Surabaya

Rasakan Sendiri Tol Trans Jawa, Ketua Bappilu Nasdem Sebut Bentuk Peradaban Baru Karya Jokowi

Tak hanya itu, Bawaslu juga telah melakukan pengawasan langsung terhadap proses percepatan perekaman yang dilakukan oleh Kemendagri dalam rangka pemenuhan hak pilih.

”Perekaman ini nantinya akan masuk dalam komponen Daftar Pemilih Khusus (DPK),” kata Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada Surya.co.id (TribunJatim.com Network) ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (5/1/2019).

Bawaslu mengidentifikasi beberapa lokasi potensial yang terdapat pemilih pindah pilih.

Di antaranya, terdapat di lembaga pendidikan, mulai sekolah menengah atas atau sederajat, perguruan tinggi, dan pondok pesantren.

HUT ke-46 PPP, Kubu Humphrey Djemat akan Turun ke Madura Kampanyekan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

Pernikahan Pipiet Kamelia dan Hanifan Dihadiri Anjasmara hingga Jokowi, Intip 10 Foto Kemeriahannya

Kemudian, rumah sakit serta lembaga pemasyarakatan/rumah tahanan.

Langkah ini dilakukan Bawaslu Jatim untuk menindaklanjuti gerakan perekaman oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di seluruh Jawa Timur pada 27 Desember 2018 silam.

”Meskipun, ada beberapa daerah yang belum melakukan gerakan jemput bola tersebut,” kata Aang Kunaifi.

Beberapa daerah yang tak melakukan jemput bola tersebut disebabkan masih besarnya antusias masyarakat untuk datang langsung ke kantor Dispendukcapil.

Bantuan Warga Jatim Pada Korban Tsunami Banten-Lampung Lewat Tol, Gus Choi Puji Kinerja Jokowi

Sumbangan Dana Kampanye Prabowo - Sandi Unggul, Gerindra : Masyarakat Inginkan Adanya Perubahan

Misalnya, Kota Mojokerto dan Disependukcapil Nganjuk yang telah menyerahkan by name by adress kepada kecamatan untuk pemilih yang belum perekaman di setiap desa.

”Sekitar 504 orang di Mojokerto telah melakukan perekaman pada hari yang sama. Hal tersebut diimbangi dengan adanya edukasi ke kecamatan dan instansi kesehatan guna memberikan informasi terkait penduduk yang belum melakukan perekaman,” jelas Aang Kunaifi.

Dari  hasil identifikasi di seluruh Jawa Timur, pihaknya menemukan terdapat 54.572 pemilih sudah terdaftar sebagai Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), tetapi belum memiliki dokumen KTP elektronik.

Survei SSI, Elektabilitas Jokowi - Maruf Amin di Kediri 70 Persen, Pemilih PAN Jadi Sorotan

Panitia Roadshow Sandiaga Uno di Jatim Klarifikasi Masuknya Nama Bendahara HIPMI Jatim dalam Rundown

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved