Deretan Temuan dari Hasil Autopsi Buaya yang Terkam Manusia di Minahasa, Dari Tulang hingga Pakaian

Proses autopsi Merry, buaya yang terkam Deasy Tuwo dilakukan oleh dokter hewan di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikosi, Senin (21/1/2019).

Deretan Temuan dari Hasil Autopsi Buaya yang Terkam Manusia di Minahasa, Dari Tulang hingga Pakaian
TribunManado/Ferdinand Ranti
Merry, buaya di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa yang menerkam manusia hingga tewas, Jumat (11/1/2019). 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus buaya yang terkam manusia di Minahasa sempat ramai diperbincangkan.

Kasus ini geger setelah ditemukannya jasad Deasy Tuwo dalam kondisi memprihatinkan di kandang buaya CV Yosiki di Tombariri, Minahasa, Sulawesi Utara.

CV Yosiki merupakan perusahaan pembibitan mutiara milik warga negara Jepang bernama Mr. Ochiai.

Deasy Tuwo, kepala laboratorium perusahaan tersebut ditemukan dengan kondisi bagian tubuh dicabik-cabik oleh buaya hingga hanya tersisa bagian kepala, satu tangan dan kaki.

Simak update terbaru kasusnya berikut ini:

Buaya Peliharaan Makan Manusia di Tanawangko Minahasa, Korban Diduga Terpeleset ke Kolam

Buaya yang terkam Deasy Tuwo diautopsi

Proses autopsi Merry, buaya yang terkam Deasy Tuwo dilakukan oleh dokter hewan di Pusat Penyelamatan Satwa Tasikosi, Senin (21/1/2019).

Proses nekropsi atau autopsi Merry, buaya yang terkam Deasy Tuwo ini disaksikan oleh pihak BKSDA Sulawesi Utara dan Polres Tomohon.

Usai dilakukan proses autopsi Merry, buaya yang terkam Deasy tuwo, bangkainya kemudian dikuburkan di kawasan TWA Batu Putih pukul 17.30 WITA (21/1/2019).

Temuan Mengejutkan dari Hasil Autopsi Merry, Buaya yang Terkam Deasy Tuwo
Temuan Mengejutkan dari Hasil Autopsi Merry, Buaya yang Terkam Deasy Tuwo (Tribun Manado/Chintya Rantung)

Gerebek Rumah Warga di Sananwetan Blitar, Polisi Temukan Pohon Ganja, Sabu, Buaya hingga Ular Piton

Seperti telah dikabarkan, Merry mati karena diduga buaya tersebut drop saat proses pemindahan dari Tombariri ke TWA Batu Putih.

Halaman
123
Editor: Ani Susanti
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved