Lahan Makam Sempit, Warga Perumahan Bulan Terang Utama Malang Protes ke Pihak Developer
Puluhan orang memadati halaman Masjid Nurul Islam, Kelurahan Modyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu (23/1/2019).
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Anugrah Fitra Nurani
"Sampah di sana sempat menggunung, hampir tiga tahun sampah di sana tidak diangkut, bisa dilihat bekas TPS itu sudah tidak mampu menampung banyaknya sampah," jelasnya.
(Bawaslu Kota Blitar Copot Dua APK Billboard di Jalan Mastrip dan Kartini)
(UPDATE: Satgas Anti Mafia Bola dan Vigit Waluyo akan Buka-bukaan Soal Kasus Pengaturan Skor!)
Warga BTU juga meminta kejelasan kepada pihak developer apakah rumah bersubsidi yang mereka tinggali itu memang tidak mendapatkan fasilitas umum.
Mereka juga berharap kepada pemerintah Kota Malang untuk turut serta dalam membantu menyelesaikan masalah warga yang ada di Perumahan BTU.
"Kami hanya ingin mengetahui aturannya rumah bersubsidi itu seperti apa, jika memang tidak mendapatkan fasilitas umum, kami beserta warga yang lain akan membangunnya secara mandiri," ucap Emik.
"Tapi jika rumah bersubsidi memang mendapatkan pelayanan fasilitas umum, maka kami akan terus memperjuangkan itu," tambahnya.
Sementara itu saat ditemui SURYAMALANG.COM ke kantor pemasaran, pihak developer belum bisa dikonfirmasi terkait protes warga tersebut.
Seorang pihak marketing yang berjaga di sana hanya bisa membenarkan bahwa ada perwakilan warga setempat mendatangi pihak developer pada Selasa (22/1/2019).
"Atasan kami masih keluar, nanti akan kami informasikan kepada beliau," tandasnya.
(5 Member TXT Sampaikan Salam Perkenalan Masing-masing Jelang Debut, Yeonjun: Tunggu Kami Ya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/tempat-pemakaman-umum-yang-ada-di-perumahan-bulan-terang-utama-kedungkandang-malang.jpg)