Rumah Politik Jatim

Pusad Surabaya Sebut Fatwa dan Seruan Agama Penyebab Konflik Terbesar di Pemilu 2019

Potensi konflik yang akan timbul di Pemilu 2019 diakui oleh Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (Pusad) UM Surabaya, diprediksi akan cukup tinggi.

Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Yoni Iskandar
Tribunjatim/Aqwamit Torik
Satria Unggul WP selaku Direktur Pusad UM Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Potensi konflik yang akan timbul di Pemilu 2019 diakui oleh Pusat Studi Anti Korupsi dan Demokrasi (Pusad) UM Surabaya, diprediksi akan cukup tinggi.

Hal tersebut karena beberapa faktor yang meliputi konflik tersebut, diantaranya yang terbesar adalah dari segi seruan atas nama agama, black campaign dan isu Sara.

Satria Unggul Wicaksana Prakasa selaku Direktur Pusad menjelaskan konflik seruan atas nama agama cukup tinggi yang menimbulkan konflik.

"Dari hasil survey kami, sebanyak 40,5 persen responden menjawab konflik hadir karena seruan atau fatwa atas nama agama," ujar Satria Unggul WP kepada awak media, Kamis (24/1/2019).

Dalam survey yang dilakukan oleh Pusad, melibatkan 1067 responden di 38 kabupaten kota di Jawa Timur, dengan margin of error 5 persen.

Bukit Panjalin di Sumenep Madura, Wisata Panorama Pantai Badur Berlatar Gunung Kapur

Jane Shalimar Ungkap Penyebab Banyaknya Model yang Terjerat Prostitusi Online: Biasa Buat Saya

Polres Bojonegoro Ringkus Dua dari 8 Anggota Curas Bersenjata Api, Pelaku Rampas Rp 100 Juta Lebih

Satria menambahkan, jika diurutkan soal tipologi konflik setelah fatwa atau seruan atas nama agama, penyalahgunaan perizinan berada di posisi kedua dengan 24,5 persen responden, disusul isu hoax dan black campaign sebanyak 13,2 persen, isu Sara 11,8 persen dan netralitas ASN/atau penyalahgunaan APBD/APBN sebanyak 10 persen.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved