Banyak Kendaraan Mangkrak di Polres Malang Kota Bikin Sesak, Panggil Pemilik Motor Agar Diambil

Banyak Kendaraan Mangkrak di Polres Malang Kota Bikin Penuh Sesak, Panggil Pemilik Motor Agar Diambil.

Banyak Kendaraan Mangkrak di Polres Malang Kota Bikin Sesak, Panggil Pemilik Motor Agar Diambil
SURYA/RIFKY EDGAR
Beberapa barang bukti kendaraan roda dua dari kecelakaan di wilayah Malang Kota yang kini berada di Kantor Laka Lantas Polres Malang Kota di Jalan Dr Cipto. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Banyaknya kendaraan yang mangkrak di Unit Laka Lantas Polres Malang Kota membuat halaman di depan kantor tersebut penuh sesak.

Kantor yang terletak di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Klojen, Kota Malang itu dipenuhi dengan kendaraan roda dua yang mangkrak hasil dari kecelakaan maupun tilang.

Bahkan, beberapa dari kendaraan tersebut sampai berkarat karena terkena hujan, panas dan tidak adanya tempat peneduh di sana.

Melihat hal itu, Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota, Iptu Sutadi rencananya akan memanggil para pemilik kendaraan tersebut.

Sutiaji Resmikan Ongis Nade Fitness Centre Milik Badan Pelayanan Pajak Daerah Kota Malang

Hal itu dilakukan guna memperbanyak space di halaman depan kantor Unit Laka Lantas.

"Kami akan memanggil para pemilik kendaraan hasil dari kecelakaan itu. Untuk itu kami akan cek kembali laporan yang lama agar kendaraan bisa segera diambil oleh pemilik," ucapnya, Sabtu (2/1/2019).

Tak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga ada beberapa yang kini mangkrak belum diambil oleh pemiliknya.

Kebanyakan kendaraan remuk dan hancur di beberapa bagian karena merupakan barang bukti laka lantas.

BUMD di Kabupaten Malang Dinilai Kurang Tunjukkan Kontribusi Positif Terhadap PAD

"Kendaraan di sini lebih banyak dari zaman saya sebelum menjabat sebagai Kanit. Di zaman saya hanya ada dua, itupun kini masih dalam proses. Mereka pasti butuh, untuk itu akan kami kembalikan asal semuanya telah clear," terangnya.

Kata Sutadi, masyarakat yang nantinya akan mengambil kendaraan harus menyelesaikan semua tanggung jawabnya.

Jika nantinya sudah ada kesepakatan dan permasalahan clear, maka kendaraan tersebut bisa diambil.

"Nanti pengambilannya harus dilengkapi dengan surat kuasa beserta Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) yang bersangkutan. Kami yakin, semua orang pasti mengingkan kendaraannya kembali, begitu juga dengan kami yang bertugas di sini," tandasnya.

Penulis: Rifki Edgar
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved