Wisata Tebing Lingga, Bekas Tambang Batu Yang Rusak Menjadi Wisata Keluarga di Trenggalek

Tebing Lingga berada di Dusun Tawang, Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Jaraknya hanya 20 kilometer dari pusat kota Tren

Wisata Tebing Lingga, Bekas Tambang Batu Yang Rusak Menjadi Wisata Keluarga di Trenggalek
david yohanes/surya
Fals Yudistira (37), Pokdarwis WTL berdiri di depan papan nama wisata alam di Dusun Tawang, Desa Nglebo, Kecamatan Suruh. 

Namun warga tidak punya kemampuan untuk membuat Tebing Lingga menjadi lokasi wisata. Fals adalah sosok yang berjasa membangkitkan wisata Tebing Lingga. Ayah dua anak mulai menyulap lokasi tebing bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, pada Februari 2018 lalu.

"Waktu itu modal kami hanya Rp 5.000.000 untuk membangun gasebo dan spot selfie (swafoto). Sejak itu kami mulai melakukan promosi dan penambahan fasilitas," terang Fals kepada Tribunjatim.com.

Fals mengaku beruntung, upayanya mendapat dukungan penuh dari warga dan pemerintah desa setempat. Bersama para pemuda, Fals kemudian mendirikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Nama Wisata Tebing Lingga (WTL) semakin diperkenalkan secara luas.

Untuk menggali dana, Fals yang juga menjadi ketua Pokdarwis sering mengadakan kegiatan, seperti menyediakan fasilitas komunitas trail. WTL juga dibawarkan untuk merayakan ulang tahun. Dana yang dihasilkan digunakan untuk pengembangan.

Berkat kegigihan Fals dan kawan-kawan, WTL pernah dinobatkan sebagai inovasi desa terbaik Kabupaten Trenggalek tahun 2018. Fals bercita-cita mengubat Desa Nglebo menjadi desa wisata dengan WTL, dan mampu memberdayakan ekonomi warga.

"Keinginan warga sudah sangat besa, hanya saja mereka butuh dorongan. Ke depan mungkin kami akan gandeng banyak pihak, mulai dari mahasiswa hingga ibu-ibu PKK," ucap laki-laki yang biasa dipanggil Pak Mulut ini.

Saat ini WTL menawarkan wisataalam yang komplit. Di sini hanyak disediakan titik swafoto maupun tempat nongkrong, untuk menikmati keindahan Tebing Lingga. Fals baru saja membangun fasilitas flying fox dengan dana utangan, dan kerja sama pihak ke-3.

Flying fox di WTL cukup menantang, karena meluncur di atas lembah. Wisatawan meluncur di atas pucuk-pucuk pohon sengon yang tumbuh di dasar lembah. Selain itu ada sungai alam yang mengalir di bawah tebing.

"Sungai ini rencananya akan dimanfaatkan untuk wisata river tubing. Saat ini sungai ini dimanfaatkan untuk bermain anak-anak," katanya.

WTL saat ini tengah dijajaki untuk tempat paralayang. Ke depan WTL bukan hanya tempat wisata keluarga, namun juga wisata minat khusus, seperti panjat tebing. Upaya Fals dan kawan-kawan cukup berhasil untuk menyulap WTL menjadi destinasi wisata yang diminati.

"Terhitung sejak rintisan Februari 2018 sampai Desember 2018, wisatawan yang datang 6000 orang. Sangat menjanjikan untuk sebuah tempat wisata baru," pungkas Fals. (David Yohanes‎/TribunJatim.com).

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved