Info Sehat

INFO SEHAT HARI INI - Sederet Manfaat Saffron, Bumbu Paling Mahal di Dunia, Bisa Cegah Depresi

Sederet manfaat Saffron, bumbu paling mahal di dunia, obati gejala depresi hingga meningkatkan mood.

Editor: Pipin Tri Anjani
naturallivingideas.com via Grid.id
Manfaat Saffron, bumbu paling mahal di dunia. 

Sedangkan, safranal memberikan rasa dan aroma yang berbeda pada saffron.

Penelitian menunjukkan bahwa safranal dapat membantu meningkatkan suasana hati, memori, dan kemampuan belajar, serta melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif.

Terakhir, kaempferol ditemukan di kelopak bunga kunyit.

Senyawa ini sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti mengurangi peradangan, sifat anti kanker, dan aktivitas antidepresan.

INFO SEHAT HARI INI - 4 Manfaat Cokelat untuk Ibu Hamil, Cegah Preeklamsia hingga Risiko Keguguran

2. Meningkatkan mood dan mengobati gejala depresi

Saffron sering dijuluki sebagai “sunshine spices”.

Bukan hanya karena warnanya yang berbeda, tetapi juga karena saffron dapat membantu mencerahkan suasana hati loh, Moms.

Dalam sebuah studi ditemukan bahwa mengonsumsi 30 mg saffron setiap hari sama efektifnya dengan Fluoxetine, Imipramine, dan Citalopram yaitu pengobatan konvensional untuk depresi.

Selain itu, lebih sedikit orang mengalami efek samping dari kunyit dibandingkan dengan perawatan lain.

Terlebih lagi, baik kelopak safron dan stigma seperti benang tampak efektif untuk menyembuhkan depresi ringan hingga sedang.

Walau begitu, studi lain yang lebih matang dibutuhkan sebelum saffron dapat direkomendasikan sebagai pengobatan untuk depresi.

INFO SEHAT HARI INI - 4 Bahaya yang Terjadi Jika Mengabaikan Gigi Berlubang, Bisa Sebabkan Infeksi

3. Mencegah kanker

Kandungan antioksidan yang terdapat dalam saffron dipercaya dapat membantu menetralisir radikal bebas berbahaya. Kerusakan radikal bebas sendiri telah dikaitkan dengan penyakit kronis, seperti kanker.

Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian menggunakan tabung reaksi. Saffron dan senyawanya telah terbukti mampu untuk membunuh sel-sel kanker usus besar secara selektif atau menekan pertumbuhannya, sementara sel-sel normal dibiarkan tidak terluka.

Efek ini juga berlaku untuk sel-sel dalam kulit, sumsum tulang, prostat, paru-paru, payudara, leher rahim, dan lainnya.

Sumber: Nakita
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved