Sering Begadang, Stres, dan Merokok? Waspada Serangan Jantung Usia Muda
Begadang demi deadline, stres berkepanjangan, konsumsi kopi berlebihan, hingga kebiasaan merokok sering dianggap wajar di usia muda.
Ringkasan Berita:
- Begadang, stres, dan merokok meningkatkan risiko serangan jantung di usia muda.
- Gejala awal sering dianggap masuk angin atau kelelahan biasa.
- Perubahan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah penyakit jantung.
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Begadang demi deadline, stres berkepanjangan, konsumsi kopi berlebihan, hingga kebiasaan merokok sering dianggap wajar di usia muda.
Karena merasa masih fit, banyak orang tidak menyadari kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung, yang tidak hanya terjadi pada usia lanjut, tapi juga bisa terjadi di usia muda akibat gaya hidup tidak sehat.
Kondisi ini sering diawali gejala ringan seperti nyeri dada, jantung berdebar, cepat lelah, atau sesak saat beraktivitas.
Kondisi ini juga menjadi perhatian dr. Aron Husink, Sp.JP, Subsp.KI (K), FIHA, FSCAI, dari Mayapada Hospital Tangerang.
Ia mengatakan, “Anak muda sering terjebak dalam toxic productivity dan gaya hidup tidak sehat yang meningkatkan risiko serangan jantung, berkaitan dengan penyakit jantung koroner karena penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak. Risiko semakin tinggi bila disertai hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga.”
Banyak dari anak muda masih menormalisasikan kebiasaan buruk tersebut dibalik alasan produktivitas.
Baca juga: Kenalkan Sinus Center, Mayapada Hospital Beri Solusi Pemulihan Sinusitis yang Lebih Cepat dan Nyaman
Toxic Productivity dan Gaya Hidup Tidak Sehat
“Sering begadang dapat mengganggu keseimbangan hormon stres, tekanan darah, gula darah, dan metabolisme lemak sehingga beban pada jantung dan pembuluh darah semakin besar,” jelasnya.
Kemudian, stres yang tidak dikelola dapat membuat tubuh terus berada dalam mode waspada.
“Dalam kondisi ini, detak jantung dan tekanan darah dapat meningkat sehingga jantung bekerja lebih keras dari biasanya,” terang dr. Aron.
Kebiasaan merokok juga memperburuk kondisi jantung.
“Zat di dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan pembekuan darah, dan mempercepat terbentuknya plak. Pada orang muda yang tampak sehat sekalipun, kebiasaan merokok dapat membuat pembuluh darah lebih rentan mengalami gangguan,” ungkap dr. Aron.
Dari kebiasaan tersebut, tubuh sering memberikan sinyal yang masih disepelekan anak muda.
Baca juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Pusat Layanan Kardiovaskular Terpadu
Stres dan Rokok Perburuk Kondisi Jantung
“Waspadai keluhan nyeri dada seperti ditekan, tertindih, panas, atau menjalar ke lengan kiri, punggung, leher, rahang, maupun ulu hati, disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, tubuh sangat lemas, atau jantung berdebar tidak biasa,” terang dr. Aron.
Gejala tersebut sering disalahartikan sebagai ‘masuk angin’, asam lambung, kelelahan, atau efek stres, yang membuat anak muda tidak langsung memeriksakan diri.
| Sosok Tukang Jagal Hewan Kurban Meninggal Dunia saat Bekerja, Mendadak Ngeluh Sakit di Dada |
|
|---|
| Narapidana Kasus Narkotika Lapas Kelas I Malang Meninggal, Diduga Alami Serangan Jantung |
|
|---|
| Klarifikasi Syahri Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat: Saya Minta Maaf |
|
|---|
| Kritik Tajam Kepada Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok, Dinilai Langgar Etika Publik |
|
|---|
| Keterlaluan, Anggota DPRD Jember Terekam Main Game Sambil Merokok Saat Rapat Bahas Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Gaya-hidup-tidak-sehat-seperti-sering-begadang-stres-berkepanjangan.jpg)