Info Sehat

INFO SEHAT HARI INI - Sederet Manfaat Saffron, Bumbu Paling Mahal di Dunia, Bisa Cegah Depresi

Sederet manfaat Saffron, bumbu paling mahal di dunia, obati gejala depresi hingga meningkatkan mood.

Tayang:
Editor: Pipin Tri Anjani
naturallivingideas.com via Grid.id
Manfaat Saffron, bumbu paling mahal di dunia. 

Info Sehat - Sederet manfaat Saffron, bumbu paling mahal di dunia, obati gejala depresi hingga meningkatkan mood.

TRIBUNJATIM.COM - Jika kalian memiliki Instagram, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama selebgram Rachel Vennya.

Ia seringkali mengunggah Instagram Story yang isinya mempromosikan produk, salah satunya adalah saffron.

Di Instagram Story-nya, Rachel begitu meyakinkan followers-nya bahwa saffron memiliki banyak manfaat untuk tubuh, bahkan saking pentingnya sampai saffron itu dibawa hingga ke luar negeri saat ia tengah berlibur.

Lantas mungkin Moms penasaran apa itu sebenarnya saffron? Apakah benar saffron memiliki khasiat baik bagi tubuh?

Melansir dari laman healthline.com, saffron adalah bumbu paling mahal di dunia, yang dibandrol dengan harga antara 500-5.000 dolar AS atau setara Rp7 juta hingga Rp70 juta per 1 pon (450 gram).

INFO SEHAT HARI INI - 13 Khasiat Daun Jambu Biji, Mengobati Demam Berdarah hingga Mengurangi Alergi

Salah satu alasan utama harga saffron begitu mahal adalah karena metode panennya yang sulit, sehingga membuat biaya produksinya menjadi mahal.

Saffron dipanen dengan tangan dari bunga Crocus sativus, yang umumnya dikenal sebagai "saffron crocus." Istilah "saffron" berlaku untuk struktur seperti benang bunga atau stigma.

Saffron berasal dari dari Yunani dan sangat digemari karena sifatnya yang seperti obat. Dikatakan bahwa orang yang makan safron akan dapat meningkatkan libido, mood, dan juga daya ingat.

Lebih jelasnya, berikut manfaat luar biasa dari saffron:

1. Antioksidan yang kuat

Saffron mengandung beragam senyawa tanaman yang mengesankan, yang bertindak sebagai antioksidan, yaitu molekul yang melindungi sel tubuh dari radikal bebas dan stres oksidatif.

Antioksidan safron yang terkenal meliputi crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol.

Crocin dan crocetin adalah pigmen karotenoid dan bertanggung jawab atas warna merah kunyit.

Kedua senyawa tersebut memiliki sifat antidepresan, melindungi sel-sel otak terhadap kerusakan progresif, meningkatkan peradangan, mengurangi nafsu makan, dan membantu penurunan berat badan.

Sedangkan, safranal memberikan rasa dan aroma yang berbeda pada saffron.

Penelitian menunjukkan bahwa safranal dapat membantu meningkatkan suasana hati, memori, dan kemampuan belajar, serta melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif.

Terakhir, kaempferol ditemukan di kelopak bunga kunyit.

Senyawa ini sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti mengurangi peradangan, sifat anti kanker, dan aktivitas antidepresan.

INFO SEHAT HARI INI - 4 Manfaat Cokelat untuk Ibu Hamil, Cegah Preeklamsia hingga Risiko Keguguran

2. Meningkatkan mood dan mengobati gejala depresi

Saffron sering dijuluki sebagai “sunshine spices”.

Bukan hanya karena warnanya yang berbeda, tetapi juga karena saffron dapat membantu mencerahkan suasana hati loh, Moms.

Dalam sebuah studi ditemukan bahwa mengonsumsi 30 mg saffron setiap hari sama efektifnya dengan Fluoxetine, Imipramine, dan Citalopram yaitu pengobatan konvensional untuk depresi.

Selain itu, lebih sedikit orang mengalami efek samping dari kunyit dibandingkan dengan perawatan lain.

Terlebih lagi, baik kelopak safron dan stigma seperti benang tampak efektif untuk menyembuhkan depresi ringan hingga sedang.

Walau begitu, studi lain yang lebih matang dibutuhkan sebelum saffron dapat direkomendasikan sebagai pengobatan untuk depresi.

INFO SEHAT HARI INI - 4 Bahaya yang Terjadi Jika Mengabaikan Gigi Berlubang, Bisa Sebabkan Infeksi

3. Mencegah kanker

Kandungan antioksidan yang terdapat dalam saffron dipercaya dapat membantu menetralisir radikal bebas berbahaya. Kerusakan radikal bebas sendiri telah dikaitkan dengan penyakit kronis, seperti kanker.

Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian menggunakan tabung reaksi. Saffron dan senyawanya telah terbukti mampu untuk membunuh sel-sel kanker usus besar secara selektif atau menekan pertumbuhannya, sementara sel-sel normal dibiarkan tidak terluka.

Efek ini juga berlaku untuk sel-sel dalam kulit, sumsum tulang, prostat, paru-paru, payudara, leher rahim, dan lainnya.

Tidak berhenti sampai di situ, dalam penelitian tabung ditemukan juga hasil bahwa crocin - antioksidan utama dalam saffron ternyata dapat membuat sel kanker lebih sensitif terhadap obat kemoterapi.

INFO SEHAT HARI INI - Tiga Khasiat Jahe Untuk Kesehatan Rambut, Bisa Mengatasi Masalah Ketombe

4. Mengurangi gejala PMS

Pre-menstrual syndrome (PMS) adalah istilah yang menggambarkan gejala fisik, emosi, dan psikologis yang terjadi sebelum dimulainya periode menstruasi.

Sebuah studi pun menunjukkan bahwa kunyit dapat membantu mengobati gejala PMS.

Dikatakan bahwa pada wanita usia 20-45 tahun, mengonsumsi 30 mg safron setiap hari lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati gejala PMS, seperti iritabilitas, sakit kepala, dan nyeri.

Studi lain juga menemukan bahwa menghirup bau saffron selama 20 menit dapat membantu mengurangi gejala PMS, seperti kecemasan dan menurunkan kadar hormon stres kortisol.

5. Mengurangi nafsu makan dan membantu menurunkan berat badan

Ngemil adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko meningkatnya berat badan.

Menurut penelitian, saffron dapat membantu mencegah ngemil dengan mengurangi nafsu makan.

Dalam sebuah studi juga dikatakan bahwa saffron dapat membantu mengurangi nafsu makan, indeks massa tubuh (BMI), lingkar pinggang, dan massa lemak total secara signifikan.

INFO SEHAT HARI INI - 6 Manfaat Talas untuk Kesehatan, Bisa Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Risiko dan Dosis

Pada umumnya, saffron bersifat aman untuk tubuh dengan sedikit atau tanpa efek samping.

Dalam jumlah standar memasak, saffron juga tampaknya tidak menimbulkan efek buruk pada manusia.

Sebagai suplemen makanan, seseorang dapat dengan aman mengonsumsi 1,5 gram safron per hari.

Di sisi lain, dosis tinggi 5 gram atau lebih dapat memiliki efek toksik. Wanita hamil harus menghindari dosis tinggi, karena dapat menyebabkan keguguran.

INFO SEHAT HARI INI - 4 Manfaat Bawang Merah Bagi Kesehatan, Cegah Kanker hingga Penyakit Jantung

Seperti halnya suplemen apa pun, temuilah dokter terlebih dahulu sebelum mengambil safron dalam bentuk suplemen.

Sayangnya, saffron kerap kali dapat dipalsukan dengan bahan-bahan lain, seperti bit, serat sutera merah, kunyit, dan paprika.

Pemalsuan ini dilakukan demi memotong biaya produksi, karena saffron asli sangat mahal untuk dipanen.

Karena itu, jika Moms tertarik lebih baik membeli saffron dari merek terkemuka dan terkenal saja, ya.

Artikel ini telah tayang di Nakita.id dengan judul Tak Hanya Cegah Depresi, Ini Manfaat Lain Dari Saffron Untuk Tubuh

Sumber: Nakita
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved