RSU Anwar Medika Sidoarjo Tingkatkan Layanan Stroke Berstandar Internasional

Tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia masih menjadi perhatian serius.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
Istimewa
PENANGANAN STROKE - Dr. dr. Abdullah Machin, Sp.N, Subsp. NKI(K), dokter spesialis syaraf Subspesialis Neurokritikaldan Intensif RSU Anwar Medika Sidoarjo menjelaskan terkait penanganan stroke. 
Ringkasan Berita:
  • Angka kematian akibat stroke di Indonesia masih tinggi, mencapai sekitar 350 ribu kasus pada 2025.
  • Gejala umum stroke meliputi senyum tidak simetris, kelemahan pada satu sisi tubuh, dan gangguan bicara.
  • Penanganan memiliki “golden period” 4,5 jam sejak gejala muncul untuk memaksimalkan peluang pemulihan.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Tingginya angka kematian akibat stroke di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2025 tercatat sekitar 350 ribu kematian yang berkaitan dengan faktor risiko utama seperti hipertensi, kolesterol, dan diabetes.

“Umumnya, gejala yang muncul adalah senyum tidak simetris, gerak anggota tubuh lemah sebelah, dan bicara pelo atau tidak nyambung,” ujar Dr. dr. Abdullah Machin, Sp.N, Subsp. NKI(K), dokter spesialis syaraf Subspesialis Neurokritikal dan Intensif RSU Anwar Medika Sidoarjo, Rabu (8/4/2026).

Dosen sekaligus Ketua Departemen Neurologi UNAIR itu juga menjelaskan, penanganan stroke harus dilakukan secepat mungkin untuk memaksimalkan peluang pemulihan pasien.

Ia menekankan adanya golden period atau waktu emas selama 4,5 jam sejak gejala pertama muncul yang tidak boleh dilewatkan.

Periode ini disebut sangat menentukan proses pemulihan pasien.

“Semakin cepat ditangani, maka semakin besar kemungkinan pasien untuk pulih kembali secara normal,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr Machin memaparkan, ketika pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan gejala stroke, tim medis akan segera melakukan anamnesis awal dan pemeriksaan CT scan.

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi perdarahan di otak sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Setelah diagnosis ditegakkan, kami akan melakukan tindakan intervensi untuk mengembalikan aliran darah ke otak secepat mungkin. Selanjutnya, pasien akan diobservasi secara ketat di HCU untuk memantau perkembangannya,” tambahnya.

Metode penanganan stroke yang diterapkan RSU Anwar Medika Sidoarjo bersama dr Machin dan tim Code Stroke menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Bahkan, sejumlah pasien yang ditangani dilaporkan sudah bisa kembali menggerakkan anggota tubuh yang sebelumnya lemah pada hari yang sama.

“Kami juga bekerja sama dengan Angels, yaitu lembaga kesehatan dan akreditasi internasional yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien stroke. Sehingga layanan yang kami berikan sudah berstandar internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien stroke, khususnya di wilayah Sidoarjo, terutama Sidoarjo Barat.

“Jadi tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk penanganan stroke. Sidoarjo juga memiliki layanan stroke yang bagus dan terakreditasi internasional. Semakin cepat tertangani, maka semakin besar peluang untuk pulih,” tutupnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved