Dokter RS Premier Surabaya Ungkap Tanda Awal Parkinson yang Sering Diabaikan

Tremor satu sisi, sering jatuh tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa kaku, dan gerakan melambat bisa menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan

|
Editor: Samsul Arifin
Istimewa
GEJALA PARKINSON - Artikel ini merupakan liputan eksklusif bersama dr. Nita Kurniawati, Sp.N, Dokter Spesialis Saraf RS Premier Surabaya, dalam rangka edukasi Hari Parkinson Sedunia 11 April 2026. 

 

Ringkasan Berita:
  • Tremor, kaku, gerakan melambat, dan sering jatuh jadi gejala utama Parkinson
  • Deteksi dini penting karena banyak pasien datang saat kondisi sudah berat. 
  • Terapi holistik, termasuk rehabilitasi fisik, jadi kunci menjaga kualitas hidup pasien

 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA — Tremor satu sisi, Sering jatuh tanpa sebab yang jelas, tubuh terasa kaku, dan gerakan melambat bisa menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan. 

Menjelang Hari Parkinson Sedunia yang diperingati setiap 11 April, dr. Nita Kurniawati, Sp.N, dokter spesialis saraf RS Premier Surabaya, mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap gejala-gejala tersebut dan segera memeriksakan diri sebelum kondisi semakin berat.

Memahami Apa Itu Parkinson?

Parkinson bukan sekadar penyakit yang membuat tangan gemetar. Di dunia kedokteran, istilah ini memiliki cakupan yang lebih luas dan sering disalahpahami masyarakat awam. 

"Parkinson syndrome adalah kumpulan gejala yang menunjukkan tanda-tanda Parkinson," jelas dr. Nita Kurniawati

Ia menerangkan bahwa penyebabnya pun bermacam-macam. Ada yang disebut Parkinson Disease, yakni penyakit murni akibat gangguan pada bagian otak yang memproduksi dopamin dan termasuk dalam penyakit degeneratif.  

Ada pula Parkinsonism, di mana gejala Parkinson muncul akibat penyebab lain seperti stroke atau infeksi.

Baca juga: Mendadak Nyeri Lutut & Sulit Berjalan? ini Imbauan Dokter Spesialis Bedah Tulang RS Premier Surabaya

"Kalau yang disease ini adalah proses penuaan otak yang terjadi lebih cepat dari biasanya, yang diakibatkan genetik maupun campuran faktor lingkungan, menyerang bagian otak yang memproduksi dopamine sehingga menimbulkan gejala Parkinson berupa tremor, kaku, lambat dan mudah jatuh" terang dr. Nita.

Ia menambahkan bahwa meski penyakit Parkinson paling sering menyerang usia 60 tahun ke atas, mereka yang berusia 30 hingga 40 tahun pun bisa terdampak apabila memiliki faktor genetik tertentu atau riwayat terpapar bahan kimia seperti pestisida secara kronis.

Ciri Khas Gejala Parkinson

Menurut dr. Nita, gejala Parkinson terbagi atas dua kelompok besar: motorik dan non-motorik. Gejala motorik disingkat TRAP, yakni Tremor(gemetar), Rigiditas (kaku), Akinesia/Bradikinesia (lambat bergerak), dan Postural Instability (gangguan keseimbangan postur).

"Gejalanya itu ada gemetar terutama saat istirahat, kemudian kaku dan lambat gerakan, gerakannya menjadi lambat dari biasanya — misalnya dari posisi tidur ke bangun kok jadi lambat sekali — mimik wajahnya juga menjadi datar, dan mudah jatuh. Itu harus segera konsultasi untuk dipastikan apakah itu betul Parkinson Disease atau Parkinsonism karena penyebab lain," tegasnya.

Penyakit Parkinson memiliki gejala munculnya keluhan terjadi secara perlahan, kemudian makin memberat, sedangkan parkinsonism yang diakibatkan karena stroke pada umumnya terjadi cukup mendadak. 

Baca juga: RS Premier Surabaya Ungkap Rahasia Penanganan Kanker Payudara, Dokter Bedah Onkologi: Tak Usah Takut

Gejala motorik inilah yang paling sering membuat pasien akhirnya datang ke dokter, sedangkan gejala non-motorik seperti cemas, depresi, dan mudah lelah kerap tidak dianggap serius.

"Pada umumnya pasien datang karena gejala motoriknya. Kalau ada gangguan yang menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu seperti lambat gerakan, kaku, kemudian mudah jatuh, itu mereka baru berobat," ungkap dr. Nita.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved