Dinkes Jatim Masukkan 12 Daerah yang Dapat Perlakuan Serius Stunting, Begini Program Penanganannya!
Dinkes Jatim Masukkan 12 Daerah yang Dapat Perlakuan Serius Stunting, Begini Program Penanganannya!
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penanganan stunting di Jawa Timur masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah provinsi.
Tahun 2019 ini setidaknya ada 12 kabupaten di Jatim yang harus mendapatkan perlakuan serius untuk mengentaskan masalah stunting.
Sebanyak 12 daerah kabupaten yang masuk dalam perlakuan stunting adalah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Malang, Trenggalek dan Kediri.
• INFO SEHAT HARI INI - Ciri-ciri Stunting pada Anak Tidak Hanya Dilihat dari Tinggi Badan
• Jadi Ketua PKK Jatim, Arumi Bachsin Siap Turun Ke Daerah Identifikasi Masalah Stunting
• Lomba Posyandu Smart and Healthy 2019, Posyandu Surabaya Ditantang Cegah Stunting Secara Kreatif
• Ikut Rapat Koordinasi Program Pembinaan Guru di Surabaya, Ini Tips Atasi Stunting ala Arumi Bachsin
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim Kohar Hari Santoso mengatakan, program penanganan stunting ini sinergi dengan program nasional dari pemerintah pusat dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan.
"Di 12 kabupaten di Jatim ini mereka mendapatkan intervensi. Mulai dari penanganan bayi stunting, penyuluhan pada remaja calon ibu, dan juga yang memiliki keturunn stunting," kata Kohar yang diwawancarai di Gedung Grahadi, Jumat (5/4/2019).
Menurutnya saat ini angka stunting di Jawa Tinur masih berkisar antara 26,2 dari angka pemantauan gizi masyarakat. Dan dihitung dari riset kesehatan dasar.
Bulan ini dikatakan Kohar, Dinkes Jawa Tinur bersama Kementerian Kesehatan juga akan melakukan pendataan kembali status gizi masyarakat untuk mengetahui kualitas kesehatan terutama dari tingkat gizi masyarakat Jawa Timur.
Lebih lanjut masih terkait stunting, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memastikan bahwa 12 daerah stunting di Jawa Timur itu mendapatkan tambahan perhatian.
"Bahkan dari remaja calon ibu kita berikan intenvensi jugam kita berikan tablet zat besi, dan pencerdasan tentang menjaga kesehatan reproduksi, pemantauan kesehatan ibu hamil, hingga pendampingan persalinan," lanjut Kohar.
Bahaya stunting penting untuk diwaspadai lantaran dampaknya buruk pada anak.
Secara fisik tumbuh kembang tidak seimbang, seperti tingginya di bawah normal atau lebih pendek, kemampuan intelektualnya rendah, dan saat dewasa berpotensi ada gangguan metabolisme. Seperti diabetes dan hipertensi, serta gangguan metabolisme lain
Sejauh ini, meski sudah melakukan intervensi, namun hasil menurunkan angka stunting tidak bisa dilihat dalam waktu singkat.
"Kita masih cermati upayanya. Karena nggak bisa melihat langsung hasil interfensi kita dalam menurunkan stunting. Perlu waktu, yang penting adalah upayanya kita maksimalkan saat ini," pungkas Kohar.
Di sisi lain Gubernur Khofifah menekankan bahwa PKK juga harus membantu program strategis Pemprov Jawa Timur dalam menurunkan angka stunting.
Oleh sebab ia meminta selain sepuluh program pokok PPK dijalankan, PKK Jawa Timur bisa ikut memperhatikan masalah yang terjadi di daerah mereka sebagai penajaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kadinkes-jatim.jpg)