Rumah Politik Jatim
Hasil Survey LKPI, Isu Ekonomi dan Ideologi Pancasila Jadi Faktor Responden Tentukan Pilihan
Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) usai menggelar survei yang dilakukan pada 20 Maret hingga April 2019.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Arie Noer Rachmawati
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) usai menggelar survei yang dilakukan pada 20 Maret hingga April 2019.
Dari hasil survei tersebut, terungkap mengenai prediksi siapa yang akan memenangkan Pilpres 2019.
Berdasarkan siaran pers yang diterima oleh TribunJatim.com, elektabilitas dari Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin mulai luntur, sedangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mulai mengungguli paslon petahana.
• BREAKING NEWS - Rumah Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Kemalingan, Motor Vario Raib Digondol Pencuri
• Tak Kunjung Balik dari Kamar Mandi, Ibu di Pasuruan Ini Lemas Lihat Anaknya Ternyata Gantung Diri
Survei LKPI ini melibatkan 2.426 responden, dan Margin of error dari ukuran sampel tersebut sekitar 1.99 % pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden terpilih, diwawancarai lewat tatap muka oleh surveyor yang terlatih.
Hasil survey tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang bertajuk Menguji Pilihan Masyarakat Indonesia Terhadap Capres – Cawapres Pada Pilpres 2019, Di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Jumat (5/3/2019).
"Berdasarkan hasil survey, tingkat elektabilitas paslon Jokowi- Ma'ruf berada di angka 40,9 persen, sedangkan paslon Prabowo - Sandi unggul dengan 58,1 persen, yang belum memutuskan pilihan 1 persen," jelas Direktur Eksekutif LKPI, Tubagus Alvin dalam siaran pers yang diterima, Jumat (5/4/2019).
Alvin menjelaskan, dari hasil survey itu ditemukan beberapa faktor yang membuat elektabilitas paslon nomor 01 turun, diantaranya adalah soal kepemimpinan Jokowi sebagai petahana.
Menurut Alvin, dari hasil survey LKPI, sebanyak 58,1 persen responden berpendapat Indonesia sedang dalam arah yang salah, tingkat korupsi meningkat, Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Indonesia, serta isu jual beli jabatan.
Selain itu, isu ekonomi juga menjadi satu diantara faktor tersebut, terdapat sebanyak 85,5 persen responden yang menggunakan isu tersebut sebagai alasan tidak memilih Paslon 01.
• VIRAL Cerita Masyarakat Palong Resahkan Pasokan Air, Saat Dicek, Ternyata Warga Minum Air Mayat
• Luna Maya Akhirnya Bertemu Syahrini, Raffi Ahmad sampai Tak Percaya dan Bahas Pernikahan
Soal isu berkembangnya ideologi yang mengancam Pancasila, juga dikemukakan oleh 79,1 persen responden.
Alvin mengungkapkan, sumber dana dari survei yang dilakukan oleh LKPI, selain dari LKPI sendiri juga dari pengusaha-pengusaha yang tak ingin disebutkan namanya.
Alvin menjelaskan, para pengusaha itu menginginkan adanya survei yang independen, yang juga berdampak pada penentuan kebijakan usaha mereka.
"Ini juga penting bagi mereka untuk mengambil kebijakan terkait investasinya di Indonesia," ujar Alvin mengakhiri.