Peringati Hari Buku Dunia di Kantor Kecamatan Diisi Bermain, Minat Baca Oke Tapi Kalah Dengan Ponsel
Peringati Hari Buku Dunia di Kantor Kecamatan Diisi Bermain, Minat Baca Oke Tapi Kalah Dengan Ponsel.
Penulis: David Yohanes | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Pelataran Kantor Kecamatan Tanggunggunung diubah menjadi deretan arena bermain anak-anak, Selasa (30/4/2019).
Di halaman atas dipasang panggung hiburan dan kuis seputar binatang.
Sementara di bawah ada berbagai permainan kelompok, mulai estafet karet gelang, estafet bola pingpong maupun menggotong bola dengan tali.
• Dua Pemancing Hilang di Pantai Coro Tulungagung, Petugas Temukan Satu Mayat Dua Hari Kemudian
• Usai Isi Bensin, Mobil Mitsubishi L 300 Terbakar Hebat di Depan SPBU Karangrejo Tulungagung
• Kasus Suap Ketua DPRD Tulungagung, Dua ASN Pemkab Sudah Diperiksa KPK Pekan Lalu
• Dua Pemancing Hilang di Pantai Coro Tulungagung, Mukidi Bilang Keduanya Adalah Saudara Sepupu
Ada pula wahana flying fox kecil yang dipasang melintasi arena bermain dadakan ini.
Semua sarana permainan ini adalah bagian dari peringatan Hari Buku Dunia Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan ini diikuti sekitar 900 siswa SD dari seluruh Kecamatan Tanggunggunung.
"Kami isi kegiatan pembelajaran, yang dikemas dengan permainan di luar," ujar Ketua Panitia World Book Day Kabupaten Tulungagung, M Fahaq Rusdhan Abdul Halim.
Kegiatan ini diadakan oleh Yayasan Pengembangan Perpustakaan Indonesia (YPPI), yang punya kepedulian mengembangkan budaya baca di wilayah yang punya kesulitan akses terhadap buku.
Tanggunggunung dipilih, karena wilayah ini termasuk wilayah yang punya kesulitan akses terhadap buku.
Secara geografis, kecamatan ini adalah di pegunungan kabur selatan Tulungagung.
Menurut Fahaq, sebenarnya secara umum anak-anak di Tanggunggunung punya minat baca yang bagus.
"Berdasar data peminjaman buku, minat baca mereka sangat baik. Namun kendala secara umum sering kali minat baca ini kalah dengan ponsel," ungkap Fahaq.
Karena itu anak-anak diajak bermain di luar, karena pada dasarnya dunia anak-anak adalah dunia bermain.
Dengan bermain di luar, anak-anak diajarkan berbagai pengetahuan serta kerja sama.
Untuk meningkatkan minat baca, anak-anak diberi buku bacaan dengan sistem bergilir.
"Jadi kalau sudah selesai baca, harus gandi diberikan kepada temannya. Karena para prisipnya setiap buku yang dibagikan berbeda," sambung Fahaq.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/estafet-karet.jpg)