Pemkot Surabaya Kubur Impian Jadikan Bunker di Kaki Suramadu Destinasi Wisata, Jatuh ke Pihak Swasta
Pemkot Surabaya Gagal Jadikan Bunker di Kaki Suramadu Destinasi Wisata, Jatuh ke Pihak Swasta.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Sudarma Adi
Yang dia tahu bahwa lahan itu adalah milik TNI AD. "Apakah ditukar guling atau tidak, tentu saya tidak tahu. Tapi tidak semudah itu kalau tukar guling," kata Suprayitno.
Benteng dan Bunker atau ruang bawah tanah itu diincar Pemkot untuk dijadikan destinasi wisata baru Kota Surabaya. Sangat instagramable dan cocok untuk cafe pantai. Bahkan saat itu, Tim Cagar Budaya didatangkan ke lokasi.
"Kami prediksi bangunan kuno ini dibangun di era penjajahan Jepang. Mengingat model dan tekstur bangunan," kata Prof Johan Silas dari Ketua Tim Cagar Budaya Kota Surabaya.
Lokasi temuan bunker itu berada persis di Kaki Jembatan Suramadu. Keberadannya menyisir sepanjang 1 KM sisi Pantai Kenjeran. Tepatnya berada di Kelurahan Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Kota Surabaya.
Bunker tersebut saat ini berada di kawasan terbatas milik TNI. Informasinya titik itu berada di bawah kewenangan Kodam V Brawijaya.
Baru belakangan bunker itu dilihat terbuka. Itu pun masih untuk kalangan terbatas dari Tim Cagar Budaya dan Dinas Pariwisata.
Saat Tribunjatim.com mendatangi benteng itu beberapa waktu lalu, tampak bunker dan benteng eksotis itu berdiri kokoh. Letaknya berada di sisi timur kaki Jembatan Suramadu. Tidak jauh dari Jembatan panjang ini.