GOJEK Sumbang Anggaran Rp 2,2 Triliun ke Perekonomian Surabaya, Paling Besar untuk UMKM GO-FOOD

Aplikasi layanan penyedia jasa yang terintegrasi teknologi, GOJEK berkontribusi dalam perekonomian wilayah Surabaya sebesar Rp2,2 triliun.

GOJEK Sumbang Anggaran Rp 2,2 Triliun ke Perekonomian Surabaya, Paling Besar untuk UMKM GO-FOOD
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi Walandouw saat memaparkan hasil riset dampak GOJEK terhadap perekonomian Indonesia dan wilayah metropolitan Surabaya di Novotel Surabaya, Jumat (24/5/2019). 

"Dalam penelitian ini, beberapa temuan seperti 81 persen mitra UMKM menyatakan mereka kali pertama go-online saat gabung GO-FOOD," terang Paksi.

Akhirnya, Gojek Indonesia Raih Predikat Decacorn Global, Tingkat Valuasinya Capai 10 Miliar Dolar

Selain itu, GOJEK mendorong gerakan nasional non-tunai. Sebab, 68 persen mitra UMKM kali pertama menerima pembayaran non-tunai saat gabung dengan GO-FOOD.

"GOJEK ini menjadi pintu masuk UMKM Surabaya ke ekonomi digital," tambahnya.

Temuan menarik lainnya, Paksi mengatakan, layanan GO-LIFE memiliki potensi tinggi seperti halnya layanan GO-FOOD.

Sebab, para mitra di layanan ini mengalami kenaikan pendapatan mencapai 80 persen dibandingkan pendapatan sebelum gabung dengan GOJEK.

"Nah, di layanan GO-LIFE ini sebesar 70 persen mitranya adalah perempuan. Kenaikan pendapatan yang sangat signifikan ini dapat membantu para mitra perempuan," paparnya.

Selebihnya, lanjut Paksi, peningkatan pendapatam mitra GO-LIFE juga berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga.

"Misalnya, dalam riset ditunjukkan pendapatan mitra perempuan GO-LIDE paling banyak dialokasikan untuk biaya pendidikan anak," pungkas Paksi.

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved