Pilpres 2019

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Bawa 51 Alat Bukti yang Diajukan ke MK: Pasti Akan Tercengang

Ternyata 51, alat bukti yang diserahkan Tim Hukum BPN Prabowo-Sandiaga hanyalah awalan saja, kini ada bukti-bukti valid yang menguatkan gugatan

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Bawa 51 Alat Bukti yang Diajukan ke MK: Pasti Akan Tercengang
Tribunnews/Jeprima
Ketua Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Hashim Djojohadikusumo bersama Ketua Tim Kuasa Hukum BPN Bambang Widjajanto dan Kuasa Hukum BPN Denny Indrayana saat menyerahkan berkas gugatan sengketa Pemilu 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Gugatan dilakukan oleh Tim BPN Prabowo Sandi ke MK karena pihaknya mengikuti koridor hukum. 

TRIBUNJATIM.COM - Nicolay Apriliando selaku Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menegaskan alat bukti yang diajukan kepada Mahkamah Konstitusi (MK) dalam gugatan sengketa Pilpres 2019 merupakan alat bukti yang valid dan bukan alat bukti yang abal-abal.

Menurut pengakuan Nicolay Apriliando, tim hukum Prabowo-Sandiaga sudah hampir merampungkan segala sesuatu yang diperlukan untuk sidang perdana Mahkamah Konstitusi pada Jumat, 14 Juni 2019.

"Jadi kami tidak akan memberikan alat bukti abal-abal, kami ingin tetap mempertahankan itu semua dengan alat-alat bukti yang valid," kata Nicolay, di Media Center, Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya , Kebayoran Baru Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Fitnah Jokowi dan Keluarga di Facebook, Caleg Gerindra Ditangkap, Berikut Tanggapan Waketum Gerindra

Ia mengaku 51 alat bukti yang diserahkan pada saat pendaftaran gugatan sekadar pembuka saja.

51 alat bukti tersebut hanya sebagai prasyarat registrasi tim hukum Badan Pemenangan Nasional kepada Mahkamah Konstitusi.

"Jadi bukan kami hanya memiliki 51 alat bukti, itu hanya sebagai pengantar untuk sebagai prasyarat kami bisa mendaftar di Mahkamah Konstitusi. Kami punya cukup valid dan cukup banyak. Kami juga bisa membuktikan secara IT forensik terjadinya penggelembungan dan kecurangan. Itu bisa kami buktikan lewat IT forensik. Oleh karena itu kami ingin meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk memerintahkan KPU dilakukan audit forensik terhadap IT KPU juga," ujarnya.

Dengan sangat yakin, Nicolay Apriliando menyebut Mahkamah Konstitusi akan mengabulkan gugatan sengketa Pilpres 2019.

Identitas Warga Rusia yang Ikut Dalam Rombongan Prabowo ke Dubai Diungkap Fadli Zon

Tak tanggung-tanggung, ia menyatakkan dengan tegas bahwa bukti-bukti yang akan diajukan persidangan nantinya akan membuat semua pihak tercengang.

"Pada saat pembuktian di persidangan teman-teman lihat sendiri. Pasti akan tercengang," tuturnya.

Pun Nicolay menambahkan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga terus mengutamakan cara konstitusional dalam memperjuangkan Pemilu 2019.

Halaman
12
Penulis: Elma Gloria Stevani
Editor: Januar AS
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved